Hari Kelima Pencarian Pelatih Valencia di Laut Pulau Padar, 11 Penyelam Diterjunkan

2026-02-03 18:00:04
Hari Kelima Pencarian Pelatih Valencia di Laut Pulau Padar, 11 Penyelam Diterjunkan
LABUAN BAJO - Penyelam profesional diterjunkan untuk mencari pelatih Tim B Putri Valencia dan dua anaknya yang menjadi korban tenggelamnya KM Putri Sakinah.Pada pencarian hari kelima, Selasa ini, sejumlah alat juga dikerahkan untuk mencari bangkai kapal.Sementara ini telah ditemukan serpihan KM Putri Sakinah.Para penyelam diterjunkan di 3 titik pencarian untuk mencari pelatih Valencia dan dua anaknya.Baca juga: Pencarian Hari Ke-5 Pelatih Valencia, Tim SAR Temukan Serpihan KM Putri SakinahKepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman menjelaskan, saat ini tim pencarian berfokus pada 3 WNA Spanyol itu.Tim melakukan penyisiran di pulau terdekat dari Pulau Padar.Penyelam profesional dikerahkan dan terbagi menjadi 3 titik SRU (SAR rescue unit).Total ada 11 penyelam dari komunitas Penyelam Sea Creatures, Scuba Republic, Scuba Go, Alexa Phinisi, Azul Komodo, Red Whale, Papiton Dive serta penyelam dari Rescuer Kantor SAR Maumere."Para penyelam terbagi pada 3 titik penyelaman: SRU 1 di Perairan Utara Pulau Serai, SRU 2 Perairan Timur Pulau Padar, dan SRU 3 di Perairan Selatan Pulau Serai," ungkap Fathur di Labuan Bajo, Selasa siang.Baca juga: Pencarian Pelatih Valencia dan 2 Anaknya Masih Berlanjut, Gunakan Drone Bawah LautIa menambahkan, tim SAR gabungan juga mengerahkan alat seabob dan sonar milik Ditpolair Polda NTT di lokasi tenggelam guna untuk mendapatkan bangkai kapal KM Putri Sakinah.Selain itu, 12 unit kapal dan drone thermal juga dikerahkan untuk menyisir di pulau-pulau terdekat dari utara Pulau Pada."Hingga saat ini tim SAR gabungan masih berjibaku melaksanakan operasi SAR," imbuh dia.Pada hari kelima, tim SAR gabungan juga menemukan serpihan KM Putri Sakinah tenggelam di Perairan Pulau Padar Labuan Bajo, pada pencarian hari kelima, Selasa ."Pukul 08.12 Wita tim RBB Ditpolair Polda NTT kembali menemukan serpihan KM Putri Sakinah (bagian dinding kapal)," imbuh dia.Diberitakan sebelumnya, KM Putri Sakinah pada Jumat lalu membawa 11 orang berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar sekitar pukul 20.00 Wita.Namun, pada 20.30 Wita, kapal mengalami mati mesin dan tenggelam. Tujuh orang berhasil dievakuasi ke Labuan Bajo oleh tim SAR gabungan.Baca juga: Polda NTT Gunakan Drone Bawah Laut Cari Pelatih Valencia dan 2 AnaknyaSementara, empat korban lainnya masih dalam pencarian. Identitas korban diketahui sebagai pelatih Tim B Putri Valencia bersama tiga orang anaknya.Saat ini, satu korban hilang telah ditemukan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-03 16:17