Gibran Perintahkan Dana Otsus Papua Dikawal, Harus Dirasakan Masyarakat

2026-02-02 12:21:54
Gibran Perintahkan Dana Otsus Papua Dikawal, Harus Dirasakan Masyarakat
MANOKWARI, - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming memerintahkan agar dana otonomi khusus (otsus) Papua dikawal agar bisa bermanfaat untuk masyarakat.Gibran menegaskan ini saat bertemu sejumlah tokoh adat dan masyarakat Papua di Manokwari, Papua Barat, Selasa ."Arahan saya tadi sudah jelas, dana otsus yang selama ini sudah tersalurkan, ini mohon ke depan bisa lebih dikawal dengan baik dan kita ingin dana ini benar-benar bisa langsung dirasakan manfaatnya," kata Gibran.Dia mengakui jika selama ini pemerintah pusat memiliki kekurangan.Baca juga: Gibran Bantah Diasingkan ke Papua: Ini Bukan Tempat PembuanganSebagai pembantu Presiden Prabowo, ia menekankan agar dana otsus Papua bisa lebih efisien dan tepat sasaran."Mungkin selama ini masih banyak kekurangan, dan ini tugas saya sebagai Pembantu Presiden untuk nanti ke depan bisa lebih efisien dan sekali lagi tepat sasaran," ungkap dia.Menurutnya, selama melakukan kunjungan kerja ke Papua, Gibran kerap mendapat berbagai masukan soal dana otsus.Adapun Gibran sudah dua kali datang ke Papua setelah menjabat Wapres RI.Selain Manokwari, ia telah berkunjung ke Jayapura dan Merauke pada bulan September lalu."Ini selama kunjungan saya ke sini masih banyak sekali masukan-masukan terkait dana otsus," ungkap Gibran.Baca juga: Wapres Gibran Main Bola Bareng Warga Manokwari, Pakai Jersey PS Kasuari Nomor 24Lebih lanjut, ia mengajak para kepala daerah di Papua agar ikut menjalankan program Presiden Prabowo dengan baik."Cek kesehatan gratis, karena tadi saya berkali-kali menekankan masalah angka harapan hidup, sekolah rakyat, MBG, sekolah garuda, revitalisasi sekolah, ini penting sekali untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia di Papua," tuturnya.Selain itu, ia juga menekankan pentingnya teknologi dan internet untuk pendidikan di Papua.Bahkan, Gibran juga akan menyumbangkan sejumlah alat guna memudahkan warga Papua mengakses internet."Besok kita juga menyumbangkan beberapa alat-alat, beberapa device untuk terkait koneksi internet, pemberian laptop, saya sudah tugaskan staf khusus saya, Mas Adit, nanti Kepala-Kepala Daerah bisa berkenalan, beliau sudah bantu saya dari zaman wali kota. Kita ingin Papua dimanjakan," ungkapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-02 11:50