Sejarah TMII, Wisata Miniatur Indonesia yang Digagas Tien Soeharto

2026-01-12 10:54:59
Sejarah TMII, Wisata Miniatur Indonesia yang Digagas Tien Soeharto
JAKARTA, - Perlu waktu lama untuk menapaki keindahan puluhan provinsi di Indonesia. Lewat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), masyarakat Indonesia dan turis asing, dapat melihat garis besar keindahan budaya Tanah Air dalam waktu singkat.Ini adalah gambaran besar Siti Hartina atau yang akrab disapa Tien Soeharto, saat pertama kali menggagas pembangunan TMII.“Tempat ini (TMII) idenya dari Tien Soeharto saat pergi ke Belanda dan melihat satu tempat bernama Madurodan, tempat di mana ada landmark-landmark dunia,” kata Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jakarta, Indra Diwangkara, di tengah kegiatan Jakarta Ecotourism Festival 2025 rute Jakarta Timur, Selasa .Baca juga: Oakwood Hotel & Apartments Taman Mini Jakarta Diresmikan, Tarif Menginap Rp 800.000-anSementara itu, dikutip dari Kompas.com, Rabu , inspirasi Tien Soeharto dalam menggagas TMII datang saat ia mengunjungi Disneyland di Amerika Serikat (AS) pada 1971.Dalam buku “Dutch Culture Overseas: Praktik Kolonial di Hindia Belanda 1900-1942” (1995) oleh Frances Gouda, ketika melihat Disneyland, Tien Soeharto lantas ingin bisa membangun taman bermain seperti Disneyland dengan menonjolkan spirit ke-Indonesiaan.Sayangnya, rencana pembangunan miniatur Indonesia oleh Tien Soeharto ternyata mengundang protes dari mahasiswa karena dianggap menelan biaya fantastis hingga Rp 10,5 miliar.Baca juga: Pengalaman Menonton Atraksi Burung di Taman Burung TMIIPadahal di waktu yang sama, mantan Presiden Soeharto sedang menyampaikan anjuran hidup prihatin lantaran sebagian besar masyarakat masih hidup dalam taraf kemiskinan. Soeharto bahkan menekankan agar pembangunan didasarkan pada skala prioritas.Gagasan pembangunan TMII pun akhirnya dianggap bukan prioritas oleh para mahasiswa yang disampaikan dalam bentuk diskusi dan seminar.Menanggapi protes tersebut, Tien Soeharto sampai menggelar konferensi pers yang juga dihadiri para pejabat tinggi negara dan menegaskan pembangunan TMII telah sesuai dengan prosedur, sebagaimana diberitakan dalam Harian Kompas pada 8 Januari 1972.Baca juga: Harga Sewa Mobil di Manado, Ini Kisarannya Terkait sumbangan dari pemerintah kepada Yayasan Harapan Kita selaku pengelola pembangunan TMII, Tien Soeharto menjawab tak ada masalah dan menilai wajar bila Yayasan Harapan Kita yang diketuai olehnya mendapat sumbangan dari pemerintah untuk pembangunan TMII.“Akan tetapi, kalau pemerintah memberikan sumbangan apa salahnya," kata Tien Soeharto dalam berita tersebut.Pembangunan TMII tetap berjalan, meski gelombang protes dari mahasiwa terus mengalir. Puncaknya, kekesalan mahasiswa terhadap pembangunan TMII terakumulasi dengan masalah kemiskinan dan korupsi pemerintahan terwujud dalam peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari 1974).Setelah kerusuhan Malari mereda, pembangunan TMII justru semakin dikebut. Mimpi Tien Soeharto untuk membangun miniatur Indonesia pun akhirnya terwujud. TMII diresmikan pada 20 April 1975.Baca juga: Tak Perlu Tukar Uang, QRIS Bisa Dipakai di Korea Selatan Mulai 2026!


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-12 09:37