Wamenkes Akan Telusuri dan Tegur RS yang Tolak Warga Baduy Korban Begal Berobat

2026-01-12 05:41:50
Wamenkes Akan Telusuri dan Tegur RS yang Tolak Warga Baduy Korban Begal Berobat
JAKARTA, - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Dante Saksono Harbuwono akan memberikan teguran kepada rumah sakit yang menolak Repan (16), warga Baduy yang menjadi korban pembegalan di Jakarta Pusat."Nanti akan kita perbaiki dan nanti akan kita telusuri ya supaya mendapatkan pengobatan yang benar," tutur Dante di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, Kamis .Dante menuturkan, hal yang paling penting dari pelayanan kesehatan adalah keselamatan pasien, terlebih lagi jika dalam kondisi darurat.Kemenkes akan memberikan teguran kepada RS yang menolak Repan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.Baca juga: Warga Baduy Ditolak Berobat di RS, Wamenkes: Pelayanan Kesehatan Itu Hak Semua Masyarakat"Yang paling penting adalah subjeknya. Subjeknya kita tangani dulu dengan baik. Nanti berikut-berikutnya supaya ini tidak terulang lagi, akan kita berikan teguran kepada rumah sakit tersebut," ucapnya.Dante menegaskan, mendapatkan kesehatan secara optimal itu adalah hak semua masyarakat di Indonesia."Yang ada NIK-nya kita obatin. Yang tidak ada NIK-nya kan banyak juga yang tidak sadar tetap kita obatin. Kecelakaan di jalan tetap kita obatin," tuturnya.Meski tidak memiliki asuransi pun, kata Dante, pihak rumah sakit semestinya wajib menolong pasien tersebut.Baca juga: Pramono Bantah Rumah Sakit DKI Tolak Warga Baduy Korban Begal"Nanti kita perbaiki sistemnya. Kalau dia punya BPJS (atau) belum punya BPJS, kalau emergency tetap ditolong di rumah sakit," jelasnya."Nanti tinggal diatur saja di rumah sakitnya. Kalau dia dalam kondisi gawat darurat ada atau tidak ada NIK-nya tetap dilayani," tambah Dante.Sebelumnya diberitakan, seorang warga suku Baduy Dalam, Repan (16), menjadi korban pembegalan di Jalan Pramuka Raya, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu .Repan menceritakan, dirinya langsung berjalan kaki menuju rumah sakit (RS) terdekat usai dibegal.Namun, ia sempat kesulitan mengakses pertolongan medis saat mendatangi salah satu RS di Jakarta Pusat karena tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).Baca juga: Kisah Pilu Warga Baduy: Dibegal, Terluka, dan Sulit Dapat Perawatan karena Tak Ada KTPPadahal, kondisinya pada saat itu mengalami luka sayat di tangan kiri, sedikit luka di pipi dan memar di punggung lantaran terkena serangan senjata tajam dari empat orang pelaku begal.


(prf/ega)