Antrean BBM di Sumbar Mengular, Gubernur Panggil Pertamina

2026-01-12 05:35:00
Antrean BBM di Sumbar Mengular, Gubernur Panggil Pertamina
PADANG, — Antrean panjang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Barat.Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi memanggil Pertamina dan meminta percepatan pemulihan distribusi.“Pemprov Sumbar tidak diam. Kita sudah berkoordinasi langsung dengan Kementerian ESDM, BPH Migas, dan memanggil Pertamina untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumbar,” ujar Mahyeldi di Padang, Sabtu .Baca juga: Antrean BBM di SPBU Lumajang Mengular, Bupati Minta Warga Tak Panik karena Stok AmanMahyeldi menjelaskan, berdasarkan laporan Pertamina, keterlambatan pasokan disebabkan kendala cuaca di jalur distribusi laut yang sempat menghambat pengiriman dari terminal utama menuju Sumbar.Namun sejak 6 November 2025, Pertamina mulai melakukan pemulihan stok di SPBU dengan mempercepat suplai dari sejumlah terminal pendukung.“Pertamina sudah mensiasati jalur darat untuk mempercepat pasokan, dengan dukungan terminal BBM dari Siak (Riau), Jambi, dan Sibolga. Jalur darat ini menjadi alternatif utama untuk mempercepat pemulihan distribusi,” jelas Mahyeldi.Baca juga: Antrean BBM Terjadi di Buton Utara, Harga Pertalite Capai Rp 50.000 di Tingkat PengecerIa menambahkan, Pemprov terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan komunikasi berjalan lancar di semua tingkat.“Secara stok BBM sebenarnya tidak ada masalah karena Sumbar sudah mendapat tambahan kuota. Hanya kendala teknis distribusi yang membuat penyalurannya ke SPBU sedikit terlambat. Kita harap masyarakat tenang, karena proses pemulihan ini sedang berlangsung dan hasilnya mulai terlihat,” ujarnya.“Insya Allah, dengan koordinasi yang baik antara pemerintah dan Pertamina, pasokan BBM akan segera normal kembali,” sambung Mahyeldi.Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi, menyebut Pertamina menambah 20 unit armada mobil tangki dengan total kapasitas angkut 320 kiloliter untuk mempercepat distribusi ke SPBU di seluruh wilayah Sumbar.“Selain itu, sejak tanggal 7 November, Integrated Terminal Teluk Kabung sudah beroperasi 24 jam penuh untuk memastikan pasokan ke SPBU berjalan lebih cepat. Dengan langkah ini, kecepatan penyaluran meningkat sekitar 16 persen dari kondisi normal,” kata Helmi.Baca juga: Berebut Antrean BBM, Sopir Angdes di Banyuasin Tewas DitembakHelmi menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina dan aparat daerah agar tidak ada hambatan baru di lapangan.Ia juga mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.“Pertamina juga sudah mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan BBM dan melaporkan bila menemukan indikasi penyalahgunaan kepada aparat berwenang atau melalui Pertamina Call Center 135,” kata Helmi.


(prf/ega)