SEMARANG, - Bencana tanah longsor melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, pada Minggu sekitar pukul 14.00 WIB.Longsor dipicu hujan lebat yang berlangsung hampir tiga jam dan menyebabkan tebing hutan pinus seluas sekitar 100 x 100 meter ambruk menimpa permukiman warga.Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebutkan hingga Senin siang, dua warga meninggal dan 26 orang lainnya masih dalam pencarian.“Terupdate dua korban meninggal. Untuk korban hilang sementara 26,” ujar Bergas melalui sambungan telepon, Senin siang.Baca juga: Update Longsor Banjarnegara, 2 Orang Tewas, 27 Lainnya Diduga Tertimbun, 800 Jiwa Mengungsi Dia mengatakan 876 warga terdampak, sehingga mereka dievakuasi ke dusun sebelah untuk mengungsi dari lokasi rawan.Data Situation Report (Sitrep) BPBD Jateng pukul 12.00 WIB mencatat dampak kerusakan cukup luas.Di antaranya, 35 rumah roboh/tertimbun, 35 rumah terancam karena retak dan berada di zona bahaya, 195 unit rumah terdampak, 981 jiwa terdampak, 876 jiwa mengungsi, dan sembilan warga luka-luka.“Tidak semuanya kena longsor, hanya sekitar 35 rumah yang terdampak langsung. Tapi rumah di kanan-kirinya juga berpotensi terkena,” kata Bergas.Dia memastikan para pengungsi saat ini ditampung di tenda darurat, dapur umum, dan posko lapangan yang didirikan di Kantor Kecamatan Pandanarum.Sementara itu, BPBD bersama tim gabungan dari berbagai instansi dan relawan masih melakukan operasi pencarian di lokasi yang sulit dijangkau.Terlebih, masih terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang meningkatkan risiko longsor susulan.BPBD mencatat 44 warga berhasil dievakuasi dari kawasan hutan dalam kondisi selamat.Lalu, dua korban meninggal tercatat merupakan perempuan, yakni Darti (29) dan Luwik (40).Daftar sembilan warga luka-luka juga telah teridentifikasi, termasuk warga berusia lanjut hingga remaja.Di antaranya, Tanto (30), Tasya (15), Ruswanto Sanen (51), Rinah Setianal (28), Krisna (23), Tuminah (70), Sartini (65), Ratnasari (25), dan Turyati (50).Lebih lanjut, BPBD Jateng menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari mulai 16 November 2025.Upaya yang dilakukan meliputi pendataan kerusakan, evakuasi korban, pembukaan posko lapangan, dan penyediaan dapur umum serta logistik dasar.Adapun kebutuhan mendesak bagi pengungsi saat ini adalah hygiene kit dan family kit.BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan sedang hingga lebat masih dapat memicu longsor susulan di wilayah Banjarnegara.
(prf/ega)
Longsor Hutan Pinus di Banjarnegara, Dua Meninggal dan 26 Warga Hilang
2026-01-12 05:57:11
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:52
| 2026-01-12 06:15
| 2026-01-12 05:58
| 2026-01-12 05:39










































