Nestapa Desa Garoga, Lenyap Disapu Gelondongan Kayu dan Lumpur Banjir Tapanuli Selatan

2026-01-12 03:06:51
Nestapa Desa Garoga, Lenyap Disapu Gelondongan Kayu dan Lumpur Banjir Tapanuli Selatan
TAPANULI SELATAN, — Desa Garoga yang terletak di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara kini tak ubahnya seperti sebuah kota mati.Setelah diterjang oleh banjir bandang dan tanah longsor, desa yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan itu, kini "hilang".Tak lagi terlihat seperti sebuah perkampungan dan seolah terhapus dari peta.Baca juga: BAZNAS Siapkan Dapur Umum dan Dapur Air di Tapanuli SelatanRumah-rumah permukiman warga itu kini hilang, digantikan oleh hamparan tanah kosong yang dipenuhi tanah lumpur yang berwarna cokelat pekat.Sejauh mata memandang, hampir tak ada lagi rumah yang berdiri utuh.Bangunan-bangunan yang dulu menjadi tempat bernaung warga, kini rata dengan tanah.Puing-puing beton, atap seng yang penyok, dan sisa perabotan rumah tangga menyembul dari balik gundukan lumpur basah setinggi satu meter dewasa di dalam rumah.Kompas.com/Ridho Danu Prasetyo Gelondongan kayu di Desa Garoga, Tapanuli Selatan yang hilang ditelan banjir dan longsor Keheningan desa yang mencekam hanya dipecahkan oleh suara mesin alat berat yang meraung, mencoba membelah gunungan material longsor.Akses menuju Desa Garoga dari daerah Tapanuli Tengah masih sulit dijangkau, warga harus mengambil jalur memutar dan melewati jalanan terjal untuk bisa menjangkau desa yang hilang ini.Di sepanjang jalan, terlihat kerusakan juga mendera desa-desa lainnya, meninggalkan jejak muram karena tak lagi terlihat adanya area permukiman yang layak huni.Baca juga: Update Korban Banjir dan Longsor di Sumut: 318 Orang Meninggal, 123 Masih HilangAkses jembatan penghubung yang berada tepat di perbatasan Tapanuli Tengah dengan Tapanuli Selatan juga putus dan tak bisa dilewati oleh kendaraan.Tim Kompas.com harus memarkir kendaraan kurang lebih 1 kilometer dari area Desa Garoga, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melintasi reruntuhan longsor dan puing-puing jembatan yang rusak.Struktur beton raksasa jembatan itu ambruk, tak kuasa menahan debit air yang datang bersamaan dengan material kayu gelondongan dari hulu./Ridho Danu Prasetyo Jembatan darurat di Desa Garoga, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara yang digunakan warga menyeberangi aliran sungai yang dibangun menggunakan bekas kayu berukuran besar, Sabtu Putusnya jembatan ini membuat area bencana semakin terisolasi dan menyulitkan mobilitas warga maupun bantuan dari arah Tapanuli Tengah.Mobil-mobil pengangkut logistik terparkir di sepanjang area ujung jalanan yang bisa diakses kendaraan.Warga, relawan, dan petugas tanggap bencana terlihat hilir mudik menggendong tumpukan karung berisi makanan dan pakaian bersih, untuk disalurkan kepada warga Garoga.Mereka harus memanggul logistik sambil berjalan kaki melewati jalanan rusak dan menyeberang jalan menggunakan jembatan seadanya yang dibangun sementara dengan menggunakan bekas kayu gelondongan berukuran besar yang dilengkapi tali pengaman di bagian kanan dan kirinya.Baca juga: 18 Rumah Sakit Terdampak Bencana di Sumut, Sebagian Sempat Tak BeroperasiSetelah berhasil memasuki kawasan Desa Garoga, hamparan tanah dan lumpur berwarna cokelat terlihat di sepanjang desa.Yang paling mencolok mata dan menyesakkan dada adalah pemandangan adanya warga yang menatap kosong lahan-lahan yang dulunya adalah yempat rumah mereka berdiri.


(prf/ega)