Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar. - Tersiar narasi di media sosial yang mengeklaim penyebab banjir di Sumatera adalah chemtrail.Chemtrail adalah sebuah narasi dalam teori konspirasi yang menyebut terjadi penyemprotan jejak kimia oleh pesawat. Tujuan penyemprotan menurut para penganut teori konspirasi untuk tujuan tertentu, misalnya pengendalian populasi.Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.Informasi yang menyebutkan chemtrail adalah penyebab banjir Sumatera disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.Berikut penggalan narasi yang ditulis salah satu akun pada Sabtu :Salah satu Fakta Tak Terbantahkan bahwa Bencana Sumatera adalah Genocide Senjata Kimia, adalah Kesaksian Mualem Gubernur Aceh, ketika Diwawancarai Najwa Shihab."Hujan kali ini sangat Aneh. Ikan, Ular, Biawak semua Ikut Mati. Padahal Air dan Lumpur adalah Habitat mereka."Tapi Para Zombie akan Menutup matanya erat-erat, dan tidak mau melihat semua fakta-fakta Chemtrail ini.Selain itu Hujannya juga Aneh, Gatal dan Pedih Dimata.akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Sabtu , yang menyebutkan chemtrail adalah penyebab banjir Sumatera.Chemtrail merupakan istilah yang dipakai penyebar teori konspirasi untuk menggambarkan penyemprotan zat kimia berbahaya di udara menggunakan pesawat.Sebelumnya Kompas.com telah mengungkap hoaks berulang mengenai chemtrail, termasuk yang marak beredar saat pandemi Covid-19.Namun, sejauh ini tidak ada bukti dan kajian ilmiah yang membuktikan bahwa chemtrail adalah penyebab banjir Sumatera.Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Hatma Suryatmojo menjelaskan, Pulau Sumatera menyimpan jejak panjang kebencanaan, mulai dari faktor geologis, perubahan ekologi, hingga pengaruh iklim ekstrem.Menurut dia, penyebab utama banjir dan tanah longsor yakni kerusakan ekologis."Hilangnya hutan membuat tanah kehilangan daya serap. Debit puncak air tak bisa dikendalikan. Para pihak yang menjadi kontributor dosa ekologis itu sudah saatnya berhenti," ujar Hatma, seperti diwartakan Kompas.com, Kamis, 4 Desember 2025.
(prf/ega)
[HOAKS] Chemtrail Penyebab Banjir Sumatera
2026-01-12 07:48:28
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:58
| 2026-01-12 07:58
| 2026-01-12 07:54
| 2026-01-12 07:07










































