JAKARTA, - Lansekap properti Indonesia, khususnya di wilayah Jabodetabek, kini semakin didominasi oleh teknologi dan standar kualitas Jepang.Kehadiran investor asal Negeri Sakura bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan penggerak utama dalam proyek-proyek mega struktur dan pengembangan kota mandiri (township).Sentimen positif ini didorong oleh kepercayaan investor Jepang terhadap stabilitas ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan baru tahun 2025 serta kebutuhan akan standar hunian yang tahan gempa dan efisien.Baca juga: 30 Pengembang dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar, PANI Nomor SatuMelalui kemitraan dengan raksasa-raksasa properti lokal, investor Jepang seperti Hankyu Hanshin Properties dan Sumitomo Forestry sedang menulis ulang narasi pengembangan properti, terutama komersial, dan kota mandiri di Indonesia.Bagi investor Jepang, Indonesia adalah pasar yang menawarkan potensi pertumbuhan luar biasa sekaligus tantangan urbanisasi yang kompleks.Presiden Komisaris PT Sinar Hankyu Hanshin, Toda Masahiko, memandang kolaborasi ini sebagai sebuah tonggak penting (milestone).Melalui peluncuran proyek Vireya, di BSD City, misalnya, Hankyu Hanshin membawa filosofi pengembangan perkotaan Jepang yang terkenal dengan efisiensi dan ketepatannya, untuk dilebur dengan keahlian Sinarmas Land yang memahami karakter pasar domestik.Baca juga: 10 Pencakar Langit Tertinggi di Indonesia, Autograph Tower Nomor Satu“Kami percaya Vireya akan menjadi babak baru kehidupan yang menghasilkan lingkungan hunian yang modern, nyaman, dan berkelanjutan,” tegas Toda, dikutip Kompas.com, dari laman Sinarmas Land, Minggu .Pandangan ini menunjukkan bahwa investor Jepang melihat masa depan properti Indonesia bukan pada kuantitas bangunan, melainkan pada penciptaan lingkungan hunian terpadu, sebuah ekosistem di mana kenyamanan dan modernitas berjalan beriringan.Sebelumnya, Hankyu Hanshin juga mencaplok mayoritas saham Central Park Mall, Neo Soho Mall, dan Deli Park Mall Medan milik PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).Kemudian, mereka juga berkuasa atas Kompleks Plaza Indonesia, fX Sudirman, Sinarmas Land Plaza, Bakrie Tower, dan MM2100.Baca juga: 10 Proyek Raksasa Terbesar yang Mengubah Wajah Dunia 2025Sementara itu, Presiden Direktur PT Sumitomo Forestry Indonesia, Fumihide Nakatsu, secara eksplisit menyebutkan bahwa kolaborasi dengan pengembang Indonesia adalah kesempatan untuk terlibat dalam pembangunan kota-kota mandiri terbesar di Asia.Bagi Sumitomo Forestry, pasar Indonesia adalah tempat yang ideal untuk menerapkan standar manajemen konstruksi tinggi yang mereka miliki dari seluruh dunia.Mereka tidak hanya membangun rumah, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas lanskap dan struktur yang lebih tahan lama.Sumitomo Forestry pun secara strategis memposisikan kolaborasi mereka di Indonesia sebagai langkah memperkuat posisi mereka sebagai pelopor pembangunan berwawasan lingkungan di Asia Tenggara.Baca juga: Hankyu Hanshin Properties, Raksasa Jepang Pemilik Properti Premium Jakarta
(prf/ega)
Sakura Makin Mekar di Indonesia, Para Raksasa Kuasai Proyek Prestisius
2026-01-11 22:45:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 21:38
| 2026-01-11 21:09
| 2026-01-11 21:04
| 2026-01-11 20:29










































