TNI AD Siapkan 12.000 Prajurit untuk Pasukan Perdamaian Gaza

2026-01-11 22:52:52
TNI AD Siapkan 12.000 Prajurit untuk Pasukan Perdamaian Gaza
JAKARTA, - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) menyiapkan 12.000 orang prajurit untuk menjadi bagian dari pasukan perdamaian di Gaza.Kepala Dinas Penerangan TNI AD Kolonel Donny Pramono menyebutkan, jumlah prajurit TNI AD mendapat porsi terbanyak di antara 3 matra TNI dari total 20.000 prajurit yang diproyeksikan akan dikirim ke Gaza.“Rencana awal memproyeksikan bahwa dari total sekitar 20.000 pasukan perdamaian, porsi TNI AD berada pada kisaran 60 persen (12.000),” ujar Donny saat dikonfirmasi, Rabu .Baca juga: TNI AL Siapkan 5.000 Prajurit untuk Gabung ke Pasukan Perdamaian Gaza Berdasarkan informasi yang diterimanya, dua matra TNI lainnya, yakni Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU), masing-masing berkontribusi sebesar 25 persen dan 15 persen.Namun demikian, angka final akan ditetapkan secara resmi oleh Markas Besar (Mabes) TNI sesuai perkembangan sistem dan kebutuhan misi.Donny menegaskan bahwa TNI AD siap mendukung yang menjadi keputusan negara dalam misi kemanusiaan ini.Baca juga: TNI Kantongi Sejumlah Kandidat Komandan Pasukan Perdamaian Gaza“Seluruh prosesnya terus dipersiapkan dengan cermat, hati-hati, serta terintegrasi dengan dua matra lainnya. Kami memastikan bahwa setiap langkah tetap berada dalam satu komando dan satu kebijakan,” kata dia.Sebelumnya,  Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebutkan, Presiden Prabowo berencana mengirim pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina, melalui Yordania.“Presiden Prabowo menyiapkan pasukan cukup besar karena, sebagaimana teman-teman tahu, kita sedang menyiapkan juga pembangunan kekuatan kita di Indonesia yang juga sedang kita tingkatkan,” ujar Sjafrie di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat .Baca juga: TNI Tunggu Pemerintah untuk Tentukan Pimpinan Pasukan Perdamaian Gaza“Jadi, pemikiran beliau, kita maksimalkan 20.000 prajurit yang kita siapkan, tetapi spesifikasinya kepada kesehatan dan juga konstruksi,” imbuh dia.Pengiriman pasukan ini dilakukan setelah pemerintah melihat adanya upaya perdamaian antara Palestina dan Israel, seperti gencatan senjata dan pelucutan senjata yang telah berlangsung.Dengan demikian, pasukan yang dikirim nantinya bertugas menjaga situasi damai agar dapat bertahan lebih lama hingga tercapai perundingan politik.


(prf/ega)