JAKARTA, - Keberadaan puluhan tukang tambal ban di atas trotoar sepanjang Jalan Syech Nawawi Al-Bantani, Cilincing, Jakarta Utara, menjadi sorotan di media sosial beberapa waktu lalu.Kondisi trotoar yang dipenuhi tukang tambal ban kontainer itu di-video-kan oleh salah satu warga dan disebar ke media sosial @sekitaran_jakut.Pengamatan Kompas.com di lokasi, beberapa lapak tambal ban memang berdiri persis di atas trotoar.Ada pula yang berada di belakang trotoar, namun tetap saja sebagian perlengkapan tambal bannya seperti mesin kompresor, ban, dan pelek kontainer bekas menumpuk di atas trotoar.Baca juga: Kala Trotoar Cilincing Dijajah Puluhan Tukang Tambal Ban Truk KontainerPenuhnya tukang tambal ban membuat trotoar di lokasi ini tidak bisa lagi dimanfaatkan oleh para pejalan kaki.Pengamat Tata Kota M Azis Muslim ikut menyoroti kondisi trotoar di Jalan Syech Nawawi Al-Bantani yang dinilai begitu memperihatinkan."Ini kan tentu menjadi suatu keprihatinan karena trotoar itu kan diperuntuhkan untuk pejalan kaki sehingga kalau pun ada trotoar dimanfaatkan untuk tukang tambal ban dan lain sebagainya, maka hak-hak pejalan kaki sudah dirampas," kata Azis saat dihubungi Kompas.com, Selasa .Aziz menyarankan agar pemerintah setempat segera turun tangan untuk membenahi trotoar di lokasi itu.Penegakan hukum yang tegas juga diperlukan untuk membuat trotoar itu kembali pada fungsi awalnya."Jadi, harus ada upaya penegakan hukum, ya, biar ini tidak menimbulkan efek yang lain karena kalau pun di trotoar ada aktivitas untuk tukang tambal ban yang terjadi akan ada aktivitas turunan lainnya, seperti parkir di jalan, sehingga ini akan sangat menganggu kelancaran lalu lintas," ungkap Azis./ SHINTA DWI AYU Trotoar di Jalan Syech Nawawi Al-Bantani Cilincing, Jakarta Utara, dipenuhi tukang tambal ban kontainer, Selasa .Jika kondisi trotoar di Jalan Syech Nawawi Al-Bantani dibiarkan begitu saja, menunjukkan bahwa pemerintah begitu lemah dalam menegakkan aturan.Baca juga: Gusur Pejalan Kaki, Tambal Ban Truk Kontainer di Trotoar Cilincing Jadi Penyelamat SopirSebab, fungsi trotoar dikhususkan untuk para pejalan kaki sudah tertuang dalam berbagai regulasi yang jelas mulai dari Undang-undang hingga Peraturan Daerah (Perda). Azis juga bilang, penataan trotoar menjadi hal vital yang wajib diperhatikan jika Jakarta ingin menjadi kota global di masa mendatang.Pengamat Tata Kota itu juga menegaskan, meski trotoar di Jalan Syech Nawawi Al-Bantani jarang dilintasi pejalan kaki, tapi pemerintah tetap harus menyediakan fasilitas publik itu.Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara memiliki kewajiban untuk menata dan menyediakan trotoar sebagai pemenuhan hak para pejalan kaki."Meski trotoar itu jarang dilintasi pejalan kaki tetap perlu diberikan fasilitas adanya trotoar, karena regulasinya menegaskan terkait dengan hal itu," ucap Azis.Dalam sebuah wilayah, keberadaan bahu jalan, badan jalan, dan area pedestrian harus ada sebagai fasilitas publik yang ramah dijangkau masyarakat.Baca juga: Puluhan Tukang Tambal Ban Jadi Penyebab Terhambatnya Revitalisasi Trotoar di CilincingJika tidak ada fasilitas itu artinya pemerintah gagal dalam menata ruang publik di Jakarta.Jika memang keberadaan tukang tambal ban sangat diperlukan di lokasi itu, maka Azis menyarankan agar pemerintah membuatkan tempat khusus."Saya rasa inisiatif untuk menyediakan tempat khusus bagi aktivitas tukang ban tadi sangat bagus dalam upaya melakukan penataan ruang publik," jelas Azis.
(prf/ega)
Ketika Trotoar di Cilincing Bukan Lagi Milik Pejalan Kaki...
2026-01-12 04:28:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:43
| 2026-01-12 03:28
| 2026-01-12 02:56
| 2026-01-12 02:46
| 2026-01-12 02:43










































