Ancaman Gelombang Tinggi Saat Musim Libur Nataru di Selat Bali, Menhub Wanti-wanti Kelaikan Kapal

2026-01-11 03:55:54
Ancaman Gelombang Tinggi Saat Musim Libur Nataru di Selat Bali, Menhub Wanti-wanti Kelaikan Kapal
JEMBRANA, - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan aspek keselamatan pelayaran, khususnya kelaikan kapal, dalam layanan penyeberangan Selat Bali, mengingat ancaman angin kencang dan gelombang tinggi selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Senin , Dudy meninjau kesiapan layanan penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan instansi terkait dalam menghadapi lonjakan penumpang dan risiko cuaca ekstrem.Baca juga: Pelabuhan Gilimanuk Bali Sempat Ditutup Hampir 20 Menit Imbas Cuaca Buruk"Kami hadir di sini untuk melihat bagaimana kesiapan dari seluruh stakeholder yang berkaitan dengan penyelenggaraan angkutan Nataru 2025–2026," ujar Dudy kepada awak media di Pelabuhan Gilimanuk.Menurutnya, kesiapan mencakup operasional layanan dan koordinasi lintas instansi, termasuk Basarnas, TNI, Polri, otoritas pelabuhan, dan operator kapal.Dudy mengingatkan bahwa setelah arus mudik Natal terlewati, masih ada dua momentum besar yang perlu diantisipasi: perayaan tahun baru dan arus balik liburan."Kita masih punya dua event lagi, yaitu tahun baru dan arus balik. Ini yang harus kita antisipasi dengan sangat serius," katanya. Dalam konteks keselamatan pelayaran, Dudy menyoroti pentingnya memastikan seluruh kapal yang beroperasi dalam kondisi laik laut."Saya mengimbau kepada teman-teman di sini untuk senantiasa waspada dan memastikan semua kapal yang digunakan dalam penyeberangan benar-benar laik laut," pintanya.Baca juga: Cuaca Buruk di Selat Bali, Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Ditutup 40 MenitIa juga menekankan agar seluruh pihak memperhatikan hal-hal teknis sekecil apa pun yang berpotensi membahayakan keselamatan."Hal-hal kecil harus diperhatikan. Kita harus berkolaborasi supaya masyarakat terlayani dengan baik dan yang paling penting, kita mampu mengantisipasi hal-hal yang tidak kita harapkan," ujarnya.Baca juga: Minibus Terperosok ke Jurang Usai Tabrakan di Jalur Gilimanuk–Denpasar, Sopir dan Balita MeninggalTerkait kondisi cuaca, Menhub menilai penyampaian informasi yang akurat dan berkelanjutan kepada masyarakat adalah kunci keselamatan perjalanan.Mengingat cuaca yang kerap berubah dan berpotensi ekstrem di Selat Bali, masyarakat diminta merencanakan perjalanan dengan matang."Cuaca belakangan ini memang kurang bersahabat. Ini harus diantisipasi dengan terus menyampaikan informasi cuaca kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa merencanakan perjalanan dengan baik," kata Dudy.


(prf/ega)