BPS Perbarui Kerja Sama dengan Australia untuk Pengembangan Statistik Modern

2026-02-03 01:26:52
BPS Perbarui Kerja Sama dengan Australia untuk Pengembangan Statistik Modern
JAKARTA, - Badan Pusat Statistik (BPS) dan Australian Bureau of Statistics (ABS) telah memperbarui Nota Kesepahaman (MoU) periode 2025-2029 terkait pengembangan statistik resmi.Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, kerja sama BPS-ABS yang terjalin sejak 1995 menjadi salah satu fondasi dalam peningkatan kualitas data Indonesia."Kerjasama antara dua lembaga telah memperkuat metodologi statistik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, peningkatan sistem digital, dan mendorong adopsi praktik baik internasional," ujar Amalia dalam keterangan tertulis, Selasa .Lebih lanjut, Amalia menjelaskan bahwa melalui pembaruan MoU ini, keduanya sepakat memperkuat kolaborasi di empat aspek.Pertama, peningkatan kualitas statistik resmi negara, khususnya neraca nasional, statistik harga, statistik produksi, dan statistik lingkungan dengan mengacu pada standar proses bisnis statistik internasional.Kedua, percepatan modernisasi statistik melalui adopsi metodologi mutakhir, pemanfaatan data administratif dan big data untuk statistik resmi, hingga penerapan machine learning.Ketiga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang statistik.Keempat, memperkuat keterlibatan Indonesia dalam forum statistik internasional.Amalia menyebut bahwa melalui pembaruan MoU ini, BPS perlu responsif atas kebutuhan pengguna data, terus beradaptasi dengan dinamika global, serta memperkuat kerja sama internasional untuk meningkatkan kualitas data statistik di Indonesia."Pembaruan MoU ini selaras dengan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang menekankan kemitraan yang memberi manfaat konkret bagi kepentingan nasional. Selaras dengan kebijakan luar negeri Bapak Presiden Prabowo yang memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama dengan Australia," ucapnya.The Australian Statistician atau Kepala ABS David Gruen menambahkan, pembaruan MoU ini mempererat kerja sama antara Indonesia dan Australia di bidang statistik resmi yang sudah terjalin selama 30 tahun.Menurutnya, selama kurun waktu tersebut, kolaborasi ini telah memberikan manfaat yang besar bagi kedua institusi."Pembaruan MoU hari ini juga menjadi langkah ABS dan BPS untuk berkembang bersama, melangkah untuk masa depan, dan saling menghormati kerja sama yang telah berlangsung lama ini," kata David.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-03 01:45