Fosil Tengkorak 1,5 Juta Tahun Ungkap Wajah Awal Homo erectus yang Lebih Primitif

2026-01-14 04:17:55
Fosil Tengkorak 1,5 Juta Tahun Ungkap Wajah Awal Homo erectus yang Lebih Primitif
- Para paleoantropolog kembali membuka lembaran penting dalam sejarah evolusi manusia. Sebuah fosil tengkorak berusia sekitar 1,5 juta tahun, yang dikenal dengan kode DAN5, memberikan gambaran baru tentang seperti apa rupa awal Homo erectus—salah satu spesies kunci dalam garis evolusi manusia modern.Fosil ini ditemukan di Gona, wilayah Afar, Ethiopia, kawasan yang sudah lama dikenal sebagai “laboratorium alam” bagi studi asal-usul manusia. Lewat teknologi pemindaian mutakhir dan rekonstruksi digital tiga dimensi, para peneliti kini dapat melihat lebih jelas anatomi wajah Homo erectus awal yang selama ini masih menjadi teka-teki.Baca juga: Bukan Homo Erectus, Ini Sosok Manusia Purba yang Pertama Kali Keluar dari AfrikaPenelitian terbaru menunjukkan bahwa Homo erectus dari Gona memiliki kombinasi ciri yang tidak biasa. Jika selama ini Homo erectus Afrika dikenal dengan ciri yang relatif “maju”, DAN5 justru memperlihatkan sisi yang lebih kuno.“Kami sudah mengetahui bahwa fosil DAN5 memiliki ukuran otak yang kecil, tetapi rekonstruksi baru ini menunjukkan bahwa wajahnya juga lebih primitif dibandingkan Homo erectus Afrika klasik pada periode yang sama,” ujar Dr. Karen Baab, paleoantropolog dari Midwestern University.Menurut Baab, salah satu kemungkinan penjelasannya adalah bahwa populasi Homo erectus di Gona mempertahankan anatomi nenek moyang yang lebih tua—populasi yang diperkirakan bermigrasi keluar dari Afrika sekitar 300.000 tahun sebelumnya.Baca juga: Kehidupan Homo erectus Terungkap dari Dasar Selat MaduraRekonstruksi DAN5 bukanlah pekerjaan sederhana. Fosil wajah ini ditemukan dalam kondisi terpecah menjadi empat fragmen utama saat penggalian lapangan tahun 2000. Untuk menyatukannya, para peneliti menggunakan pemindaian mikro-CT beresolusi tinggi.Dari hasil pemindaian tersebut, dibuat model tiga dimensi setiap fragmen. Potongan-potongan wajah kemudian disusun ulang secara digital, termasuk memasang gigi ke rahang atas jika memungkinkan. Tahap terakhir adalah “menempelkan” wajah ke tempurung otak untuk menghasilkan tengkorak yang hampir utuh.“Ini adalah teka-teki 3D yang sangat rumit, dan kami tidak tahu persis hasil akhirnya sejak awal,” kata Dr. Baab.“Untungnya, kami sudah memahami secara umum bagaimana struktur wajah manusia purba tersusun, jadi kami tidak benar-benar memulai dari nol.”Baca juga: Apakah Homo Erectus Bisa Membuat Perahu dan Menyeberangi Lautan?Hasil rekonstruksi memperlihatkan bahwa populasi hominin Gona memiliki ciri khas Homo erectus pada bagian tempurung otak, tetapi menyimpan karakter wajah dan gigi yang lebih kuno, yang biasanya hanya ditemukan pada spesies manusia yang lebih tua.Beberapa ciri penting yang menonjol antara lain batang hidung yang relatif datar, dan geraham berukuran besar.Kesimpulan ini diperoleh dengan membandingkan ukuran dan bentuk wajah serta gigi DAN5 dengan fosil lain dari periode geologis yang sama, maupun yang lebih tua dan lebih muda.Menariknya, kombinasi ciri seperti ini sebelumnya pernah ditemukan pada fosil Homo erectus di Eurasia. Namun, DAN5 menjadi fosil pertama yang menunjukkan pola tersebut di Afrika.Baca juga: Sebuah Kisah dari Homo Erectus, Nenek Moyang Kita yang MisteriusTemuan ini memiliki implikasi besar terhadap perdebatan lama tentang di mana Homo erectus pertama kali berevolusi.“Fosil Homo erectus tertua berasal dari Afrika, dan rekonstruksi baru ini menunjukkan bahwa fosil-fosil transisi juga ada di sana. Jadi, masuk akal jika spesies ini memang muncul di benua Afrika,” jelas Dr. Baab.


(prf/ega)