Gempa M 6,0 Guncang Maluku, BPBD Pantau Laporan Kerusakan

2026-01-31 05:57:51
Gempa M 6,0 Guncang Maluku, BPBD Pantau Laporan Kerusakan
AMBON, - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku terus memantau dampak dari gempa 6,0 magnitudo yang mengguncang wilayah tersebut pada Kamis .Kepala BPBD Provinsi Maluku, Syarif Hidayat mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai dampak kerusakan akibat gempa tersebut.“Untuk dampak kerusakan sampai saat ini kita belum terima laporan, baik laporan kerusakan fasilitas umum dan rumah warga maupun korban,” kata Syarif kepada Kompas.com, Kamis.Baca juga: Angkot Ambon-Tulehu Terbakar di Tengah Jalan, Rumah Warga Ikut Hangus Syarif mengungkapkan, pascaterjadinya gempa tersebut, pihaknya terus melakukan pemantauan untuk memastikan ada atau tidaknya dampak yang ditimbulkan dari gempa tersebut.“Kita masih tunggu laporan, dan tim kita masih terus stand by dan melakukan pemantauan,” ujarnya.Kepala BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, yang dihubungi Kompas.com secara terpisah mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya belum menerima laporan terkait dampak kerusakan akibat gempa tersebut.“Kita sudah sampaikan ke grup kepala desa dan camat juga, tapi sampai saat ini belum ada laporan kerusakan, semoga saja tidak ada kerusakan,” ujar dia.Kepala BPBD Maluku Tengah, Nova Anakotta mengatakan, gempa yang terjadi sangat dirasakan kuat getarannya di Maluku Tengah, tetapi sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan akibat gempa tersebut.“Gempa sangat kuat dirasakan di sini, tapi sampai saat ini kita belum terima laporan kerusakan,” ujar dia.Baca juga: Ambon Diguncang Gempa M 5,8, Terasa hingga Papua BaratGempa 6,0 magnitudo mengguncang Maluku dan sekitarnya pada Kamis sore pukul 15.59 WIT.Gempa tersebut berada pada lokasi 3.66 Lintang Selatan dan 128.33 Bujur Timur atau berjarak 15 km bagian tengara Ambon dan 35 km bagian selatan Seram Bagian Barat.Adapun pusat gempa berada di Laut Banda, Maluku Tengah, pada kedalaman 119 km di bawah permukaan laut.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-31 05:51