Kronologi Penembakan Petani Pino Raya oleh Keamanan Perusahaan Sawit

2026-01-12 06:30:23
Kronologi Penembakan Petani Pino Raya oleh Keamanan Perusahaan Sawit
BENGKULU, - Lima petani menjadi korban penembakan oleh keamanan perusahaan perkebunan sawit di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, Senin .Direktur Eksekutif Walhi Bengkulu, Dodi Faisal, mengatakan satu orang berada dalam kondisi kritis setelah tertembak pada bagian dada kanan."Aksi penembakan itu berlangsung saat perusahaan hendak mendoser sejumlah lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Selama ini konflik agraria antara petani dengan perusahaan sudah terjadi cukup lama. Hari ini perusahaan mendoser (meratakan) lahan, masyarakat menahan maka terjadilah penembakan oleh oknum pengaman perusahaan," kata Dodi saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin .Baca juga: Konflik Agraria Perkebunan Sawit, 5 Petani di Bengkulu Ditembak Kemanan PerusahaanMenurut Dodi, kelima korban penembakan tersebut adalah Linsurman, Susanto, Edi Hermanto, Suhardin, dan Buyung."Datuk Buyung kena tembak dada sebelah kanan. Petani melihat pelaku penembak adalah keamanan perusahaan. Pistol sudah diamankan warga," ungkap Dodi.Berikut kronologi kejadian berdasarkan keterangan lapangan:KOMPAS.COM/FIRMANSYAH Senjata api yang digunakan menembak petani diamankan wargaPukul 10.00 WIB, petani Pino Raya sudah tiga kali mendapati pihak PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) menggunakan bulldozer untuk menghancurkan tanaman yang diklaim sebagai milik petani.Pukul 10.45 WIB, terjadi keributan antara petani dan pihak perusahaan karena perusahaan tetap akan mendoser lahan.Pukul 12.00 WIB, keributan semakin memanas dan massa petani mengepung pihak perusahaan.Pukul 12.45 WIB, seorang keamanan PT ABS bernama Ricky menembak petani atas nama Buyung pada bagian dada.Baca juga: Penembakan Pedagang Bakso di Lhokseumawe: Satu Eksekutor Ditangkap, Empat DPO Diburu, Motif Rp 90 JutaPukul 13.00 WIB, Ricky berlari sambil terus menembakkan senjata ke arah massa. Empat petani lainnya tertembak, yakni Linsurman pada bagian lutut, Edi Hermanto pada bagian paha, Santo pada bagian rusuk bawah ketiak, dan Suhardin pada bagian betis.Pukul 13.00 WIB, setelah penembakan pertama terhadap Buyung, warga langsung mengejar Ricky yang melarikan diri.Pukul 13.15 WIB, sebagian warga membawa para korban keluar dari lahan menuju rumah sakit, sementara warga lain tetap berada di lokasi untuk mengamankan pelaku dan senjata api yang digunakan.


(prf/ega)