Kondisi Terkini 15 Korban Luka Kecelakaan Maut di Tol Cipali Km 72

2026-02-01 09:52:05
Kondisi Terkini 15 Korban Luka Kecelakaan Maut di Tol Cipali Km 72
Sebanyak 15 korban luka akibat kecelakaan maut di Km 72 Tol Cipali, Kabupaten Purwakarta masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Abdul Radjak Purwakarta. Kondisi 15 korban berangsur membaik."Yang dirawat di kami ada 15 orang. Tiga pasien kemarin menjalani operasi, sementara tiga lainnya masih kami observasi ketat di ruang intensif," ujar Kepala IGD RS Abdul Radjak Purwakarta Minaldi Nurgono dilansir detikJabar, Rabu .Minaldi menyebutkan, dari 15 orang itu, tiga di antaranya mengalami luka berat seperti benturan kepala dan patah tulang. Ketiganya sudah menjalani operasi namun masih dalam pemantauan, karena kondisinya belum sepenuhnya sadar."Semua sudah mendapat penanganan. Ada yang sudah pulang ke rumah masing-masing, tapi ada juga yang perlu observasi lanjutan. Untuk sadar penuh, belum. Namun respons mereka terhadap terapi sudah mulai terlihat dan kami terus melakukan observasi ketat," katanya.Dari total 38 korban yang dibawa ke RS Abdul Radjak, lima di antaranya meninggal di lokasi kejadian, tiga luka berat dan selebihnya luka ringan.Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Muthia Khansa Nurwajiya menyatakan masih melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa para korban selamat, kendaraan, serta rekaman CCTV di titik kejadian. Ia juga akan menerjunkan tim pemeriksa kendaraan"Sekarang akan ada pemeriksaan kendaraan dari APM dan Dishub," ucap Muthia.Baca berita selengkapnya di sini. Tonton juga video "Sapi-sapi Bertebaran di Tol Japek, Bikin Macet Jalan"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-01 20:18