Wedding Organizer Diduga Tipu Ratusan Korban di Jakarta, Kerugian hingga Rp 16 Miliar

2026-01-14 22:04:59
Wedding Organizer Diduga Tipu Ratusan Korban di Jakarta, Kerugian hingga Rp 16 Miliar
JAKARTA, - Sebuah wedding organizer (WO) diduga melakukan penipuan terhadap ratusan pasangan di beberapa wilayah Jakarta.Dugaan penipuan ini muncul setelah acara pernikahan yang dikelola oleh sebuah WO milik wanita berinisial AP di Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada Sabtu .“Jadi dia ada beberapa acara hari Sabtu itu, terus ternyata bermasalah. Katering makanannya enggak datang, cuma ada dekornya,” jelas salah seorang korban, Tamay (26), saat dihubungi Kompas.com, Minggu .Tamay menjelaskan dugaan penipuan ini mulai terungkap setelah perias pengantin mengunggah kejadian di media sosial TikTok.Warganet yang mengaku sebagai korban kemudian membanjiri kolom komentar. Para korban pun berkomunikasi lebih lanjut melalui grup obrolan WhatsApp untuk menyamakan informasi.Baca juga: Kerja Lembur Berhari-hari, Sopir Truk Sampah Jaksel Meninggal DuniaSetidaknya 230 pasangan menjadi korban dugaan penipuan ini, baik yang acaranya sudah berlangsung maupun yang akan datang, dengan total kerugian mencapai Rp 15–16 miliar.“Tadi di jam 12.00 WIB kami mutusin hitung. Total kerugian yang udah kami coba buat 15-16 miliar,” kata Tamay.Dari hasil diskusi para korban, WO milik wanita berinisial AP diduga memberikan penawaran yang sama secara menggiurkan untuk menarik pelanggan.Saat ini, pihak WO sudah dibawa ke Mapolres Jakarta Utara, diikuti oleh korban yang ingin mengetahui kejelasan dugaan penipuan.“Ini semua sudah di Polres Jakarta Utara. Termasuk owner-nya, semuanya, marketingnya. Mereka berkelit. Pokoknya enggak jelas lah, kami enggak dapat titik terangnya,” ujar Tamay.Baca juga: Baru Tiba dari Bandara Soetta, Penumpang Mobil Sewa Diperas Rp 780.000Beberapa korban yang acaranya sudah berlangsung dimintai keterangan.Sedangkan korban yang acaranya baru akan dilaksanakan, seperti Tamay yang berencana menikah pada April 2026, belum dapat diproses karena kasusnya dianggap belum termasuk tindak pidana penipuan.“Yang dipanggil orang-orang yang acaranya udah selesai. Kami yang acaranya masih lama enggak bisa diganti (uangnya), karena acaranya belum terjadi. Cuma kan kami meminimalisir jangan terjadi,” tutur Tamay.Informasi yang beredar di media sosial dan grup korban menyebutkan pemilik WO sempat dibawa ke Mapolda Metro Jaya oleh salah satu keluarga korban.Baca juga: Gegara Aplikasi Maps, Jalan Sempit di Sawangan Depok Banyak Dilintasi Mobil hingga JeblosSetelah pemeriksaan selama empat jam, pemilik WO dibebaskan dengan alasan telah bernegosiasi dengan korban.“Info dari grup (korban) itu dia langsung dibebaskan karena ngakunya sudah ada negosiasi,” kata korban lainnya, Akmal, dihubungi terpisah.Kompas.com masih berupaya mengonfirmasi kejadian ini kepada Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Utara, tetapi belum ada keterangan resmi yang diperoleh.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-14 22:30