Mengenal Zona Megathrust di Indonesia, Sebaran dan Risikonya

2026-01-12 17:38:53
Mengenal Zona Megathrust di Indonesia, Sebaran dan Risikonya
- Indonesia berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik yang membentuk banyak zona subduksi aktif di sepanjang wilayahnya.Kondisi geologis ini menjadikan gempa megathrust sebagai salah satu ancaman bencana terbesar, terutama bagi daerah pesisir yang berhadapan langsung dengan samudera dan jalur pertemuan lempeng.Sejumlah penelitian dan pemetaan bencana menunjukkan bahwa ancaman tersebut tidak tersebar merata.Sebaran zona tersebut terkonsentrasi pada segmen-segmen tertentu yang masih aktif dan menyimpan energi tektonik besar.Untuk memahami tingkat risikonya, penting mengenali apa itu gempa megathrust, di mana saja zonanya berada, serta bagaimana potensi dampaknya di berbagai wilayah Indonesia.Baca juga: Apa itu Megathrust? Sumber Gempa Besar yang Mengancam IndonesiaBerdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi gempa megathrust terjadi di zona subduksi, saat lempeng samudera menyusup ke bawah lempeng benua.Proses ini menimbulkan akumulasi energi besar yang dapat dilepaskan sebagai gempa bumi bermagnitudo tinggi.Sebagian besar zona subduksi di Indonesia berada pada kedalaman relatif dangkal, kurang dari 50 kilometer.Karakteristik ini membuat gempa yang terjadi berpotensi menimbulkan dampak luas.Baca juga: Apa itu Gempa Megathrust? Berdasarkan inventarisasi yang dihimpun dari berbagai sumber kebencanaan, zona megathrust di Indonesia membentang dari barat hingga timur wilayah nusantara.Zona-zona tersebut meliputi:Wilayah barat Indonesia ini berada di jalur subduksi aktif yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.Baca juga: Mengenal Tsunami akibat Gempa Besar, Ini Langkah-langkah MitigasinyaDi bagian selatan Pulau Jawa, zona megathrust mencakup Selat Sunda, Banten Selatan, Jawa Barat Selatan, serta Jawa Tengah–Jawa Timur Selatan.Kawasan ini sering dikaitkan dengan pembahasan potensi tsunami karena orientasinya ke laut lepas.Zona lainnya berada di Bali Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB) Selatan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).


(prf/ega)