- Seiring meningkatnya cuaca ekstrem yang diperparah oleh perubahan iklim, dampaknya bagi jaringan logistik tidak dapat lagi diabaikan.Pasalnya, cuaca ekstrem kini menjadi gangguan rutin yang bisa berdampak pada rantai pasokan dan menyebabkan masalah bagi sektor logistik.Bisnis pun mulai menyadari bahwa gangguan yang disebabkan oleh iklim tersebut bukan hanya tantangan operasional melainkan juga sinyal bahwa perubahan mendasar pada praktik rantai pasokan sangat dibutuhkan.Melansir Sustainability of Magazine, Selasa menurut laporan Metro yang meneliti pola cuaca di seluruh jalur perdagangan global, gangguan cuaca makin intensif di seluruh rantai pasokan global dengan volatilitas yang meningkat dalam frekuensi, keparahan, dan jangkauan geografis.Baca juga: Ahli Lingkungan Sebut Perubahan Iklim Langgar Hak Asasi ManusiaPola gangguan tersebut menunjukkan konsekuensi nyata perubahan iklim terhadap perdagangan global.Misalnya saja bencana alam yang terjadi November lalu di Asia Tenggara berdampak langsung pada kelancaran arus barang dunia.Titik masuk dan keluar barang yang krusial mengalami kemacetan akibat banjir dan tanah longsor di Malaysia, Indonesia, dan Thailand.Para ilmuwan iklim pun memperingatkan bahwa kejadian cuaca ekstrem akan meningkat frekuensinya seiring dengan kenaikan suhu global yang berarti turbulensi rantai pasokan dapat menjadi gangguan yang konstan.Menurut laporan DP World, dalam tiga tahun terakhir, 93 persen pemilik kargo di sektor barang mudah rusak telah mengalami gangguan terkait iklim.Sekitar 75 persen menghadapi kelangkaan panen akibat faktor iklim, 35 persen terdampak oleh kekeringan di Terusan Panama, dan 27 persen menghadapi masalah akibat rendahnya permukaan air di Sungai Rhine."Volatilitas iklim membentuk kembali bagaimana makanan bergerak melintasi perbatasan," kata Alfred Whitman, Wakil Presiden Global untuk Barang Mudah Rusak dan Pertanian di DP World.Sektor ini pun merasakan tekanan lebih sering dan dengan peringatan yang lebih sedikit.Yang dibutuhkan saat ini adalah wawasan yang lebih dini mengenai risiko, pergerakan lintas wilayah yang lebih terprediksi, dan infrastruktur rantai dingin (cold chain) yang lebih kuat.Iklim bukan hanya memengaruhi sektor logistik tetapi juga berdampak pada komoditas.Misalnya saja, laporan WWF 2025 mengungkapkan bahwa Inggris mengalami musim semi dan musim panas terpanas serta terkering dalam lebih dari 100 tahun. Dampaknya adalah hasil panen utama mereka seperti gandum yang mengalami penurunan.
(prf/ega)
Rantai Pasok Global Bisa Terganggu akibat Cuaca Ekstrem
2026-01-12 03:45:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:27
| 2026-01-12 03:17
| 2026-01-12 03:15
| 2026-01-12 02:07










































