Cuaca Ekstrem Mengintai Banten hingga Awal 2026, BBMKG Ungkap Prediksi Cuaca di Malam Tahun Baru

2026-02-03 01:13:54
Cuaca Ekstrem Mengintai Banten hingga Awal 2026, BBMKG Ungkap Prediksi Cuaca di Malam Tahun Baru
- Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG Wilayah II) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Provinsi Banten.Peringatan ini disampaikan menyusul prakiraan hujan lebat hingga sangat lebat yang berpotensi terjadi pada periode 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.Kondisi tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer regional yang aktif di sekitar wilayah Indonesia.Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, terutama menjelang perayaan Tahun Baru 2026.Kepala BBMKG Wilayah II Hartanto menjelaskan, potensi cuaca ekstrem di Banten dipengaruhi oleh keberadaan siklon tropis Hayley dan bibit siklon 90S.Baca juga: Bibit Siklon 90S dan Siklon Tropis Hayley Berpotensi Picu Cuaca Ekstrem, BMKG Ungkap Wilayah TerdampakSiklon Hayley terpantau berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, sedangkan bibit siklon 90S terdeteksi di Samudra Hindia barat daya Banten.“Siklon Tropis Hayley terpantau dengan kecepatan angin maksimum sekitar 45 knot atau 83 kilometer per jam dan tekanan minimum 989 hPa," kata Hartanto dalam keterangan pada Senin ."Sistem ini berpotensi meningkat menjadi kategori dua dalam 24 jam ke depan, meskipun bergerak menjauhi wilayah Indonesia," imbuhnya.Baca juga: BMKG: Waspadai Hujan Lebat-Gelombang Tinggi Akibat Bibit Siklon 90S Saat Tahun Baru 2025/2026Selain pengaruh siklon tropis, Hartanto menyebutkan kondisi cuaca di Banten juga dipengaruhi dinamika atmosfer lain, seperti aktifnya gelombang low frequency dan equator rossby.Faktor lain yang turut memperkuat potensi hujan adalah tingginya kelembapan udara di lapisan atmosfer wilayah tersebut.Kombinasi berbagai faktor tersebut meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari sedang hingga sangat lebat, di sejumlah daerah.BBMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian timur dan selatan, Kabupaten Lebak bagian barat dan selatan, Kabupaten Serang bagian utara dan timur, Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Tangerang bagian barat dan tengah, serta Kota Tangerang.Sementara itu, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian barat dan utara, Kabupaten Serang bagian barat dan selatan, Kabupaten Lebak bagian timur dan utara, Kabupaten Tangerang bagian selatan, serta Kota Tangerang Selatan.Pada malam pergantian Tahun Baru 2026, hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian barat dan utara serta Kabupaten Serang bagian barat dan selatan.“Sedangkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian selatan, Kabupaten Serang bagian utara, Kabupaten Lebak bagian utara, Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan,” kata Hartanto dikutip Antara.Selain hujan lebat, BBMKG juga mengingatkan potensi angin kencang dengan kecepatan hingga 45 kilometer per jam.Angin kencang berpeluang terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian barat dan selatan, Kabupaten Lebak bagian barat dan selatan, Kabupaten Serang bagian barat dan utara, Kota Serang, Kota Cilegon, serta Kabupaten Tangerang bagian utara.BBMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang, serta terus memantau informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-02 23:52