Persija Vs Bhayangkara FC: Munster Enggan Terpengaruh Absennya Mauricio Souza

2026-02-08 05:57:21
Persija Vs Bhayangkara FC: Munster Enggan Terpengaruh Absennya Mauricio Souza
- Duel Persija vs Bhayangkara FC akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Senin pukul 19.00 WIB.Pada laga tunda pekan ke-8 Super Leage 2025-2026 ini, Persija Jakarta tidak akan didampingi pelatih kepala Mauricio Souza.Pelatih asal Brasil itu harus menjalani sanksi larangan mendampingi tim akibat akumulasi kartu kuning.Absennya Mauricio Souza sempat menjadi sorotan jelang laga. Namun, kondisi tersebut tidak dianggap sebagai keuntungan oleh pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster.Paul Munster menilai situasi seperti ini merupakan hal biasa dalam sepak bola.Paul Munster mengaku memiliki pengalaman serupa saat masih menangani Bhayangkara FC maupun Persebaya Surabaya.Menurutnya, hukuman bagi pelatih tidak selalu berdampak langsung terhadap hasil pertandingan.Baca juga: Link Live Streaming PSIM vs PSBS Biak di Super League 2025-2026“Ini tidak menjadi sebuah keuntungan karena saya sudah mengalami hal ini sebelumnya,” ujar Paul Munster.“Saya pernah dihukum tapi tim bisa tetap menang,” lanjutnya.Pelatih asal Irlandia itu menyampaikan bahwa pertandingan tetap berjalan sesuai rencana tim, terlepas dari siapa yang berada di pinggir lapangan.Ia menilai sepak bola tidak hanya bergantung pada instruksi pelatih.ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA Pemain Persija Jakarta Bruno Tubarao berebut bola dengan pesepak bola Persik Kediri Telmo Ferreira Castanheira (kanan) pada pertandingan Super League 2025-2026 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Kamis . Persija Jakarta menang atas Persik Kediri dengan skor 3-1. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/barBaca juga: Link Live Streaming Bali United Vs Dewa United di Super League 2025-2026Paul Munster menegaskan bahwa peran pemain di lapangan menjadi faktor penting dalam setiap pertandingan Super League 2025-2026. Menurutnya, pelatih memang menyiapkan strategi, tetapi eksekusi tetap berada di tangan pemain.“Ini yang paling penting saya dan coach lainnya, kami akan memiliki strategi, tetapi, di lapangan kami harus mempercayai para pemainmu,” ucap Paul Munster.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-08 05:49