- Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi menetapkan Istana Siak Asserayah Al-Hasyimiah di Kabupaten Siak, Riau, sebagai museum nasional.Status baru ini diberikan setelah melalui proses verifikasi dokumen Nomor Pendaftaran Nasional Museum (NPNM) yang diajukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Siak.Baca juga: Istana Siak Ditetapkan Kementerian Kebudayaan Jadi Museum Nasional: Warisan Sejarah Kini Dirawat NegaraKepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Tekad Perbatas Setia Dewa, mengatakan penetapan ini diberikan setelah Museum Istana Siak memenuhi seluruh persyaratan pendirian museum, seperti:Kementerian Kebudayaan RI kemudian mengeluarkan surat penetapan Nomor: 0977/L.L3/KB.13.02/2025, yang sekaligus memberikan NPNM 14.08.U.04.0368 kepada Museum Istana Asserayah Al-Hasyimiah Siak.Dengan status ini, pengelolaan museum berada di bawah tanggung jawab Dinas Kebudayaan Provinsi Riau dan Kementerian Kebudayaan RI, sehingga perawatan, pengembangan koleksi, dan anggarannya menjadi prioritas nasional.“Saat ini kita memiliki dua cagar budaya yang ditetapkan sebagai museum: Museum Balairung Sri dan Museum Istana Siak. Keduanya diakui secara nasional,” kata Tekad dilansir dari Antara.Penetapan Istana Siak sebagai museum nasional memperkuat posisi bangunan bersejarah ini sebagai saksi kejayaan Kerajaan Siak Sri Indrapura, salah satu kerajaan besar di Pulau Sumatera.Dilansir dari Kompas.com , Kerajaan Siak Sri Indrapura didirikan pada 1723 Masehi oleh Raja Kecik, bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah, putra Sultan Mahmud Syah dari Johor.Kisah kelahirannya penuh drama: ibunya, Encik Pong, melarikan diri ke Singapura lalu Jambi setelah suaminya dibunuh Magat Sri Rama.Di masa pelarian itu Raja Kecik lahir, sebelum kemudian dibesarkan di Kerajaan Pagaruyung Minangkabau.Baca juga: Siak Bakal Punya Bus Wisata, Bisa ke Tempat Pengadilan Zaman KerajaanSebelum mendirikan Kerajaan Siak, Raja Kecik sempat terlibat perebutan takhta Johor dengan Tengku Sulaiman.Pertempuran panjang membuat keduanya mundur: Tengku Sulaiman ke Pahang, Raja Kecik ke Bintan, lalu mendirikan kerajaan di tepi Sungai Buantan.Adapun nama Siak ternyata berasal dari tumbuhan siak-siak yang banyak tumbuh di wilayah tersebut.Seiring perjalanan waktu, pusat pemerintahan kerajaan beberapa kali berpindah, hingga akhirnya pada masa Sultan Assyaidis Syarif Ismail Jalil Jalaluddin, pusat kerajaan dipindah ke daerah Siak. Sejak itulah kerajaan dikenal sebagai Siak Sri Indrapura.Istana Siak yang kini menjadi museum dibangun pada masa pemerintahan Sultan Assyaidis Syarif Ismail Jalil Jalaluddin pada tahun 1889.indonesia-tourism.com Istana Siak Sri Indrapura, saksi kejayaan Kerajaan Siak Sri Indrapura di masa lalu.Beberapa fakta penting pembangunan istana:Baca juga: Sosok Raja Siak yang Buat Ratu Wilhemina Jatuh Cinta Bangunan yang juga dikenal sebagai Istana Asserayyah Al-Hasyimiah atau Istana Matahari Timur ini ditetapkan sebagai cagar budaya sejak 3 Maret 2004 dan kini menjadi Museum Nasional.
(prf/ega)
Istana Siak Resmi Jadi Museum Nasional, Ini Sejarah Kebesarannya
2026-01-12 06:08:32
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:44
| 2026-01-12 05:36
| 2026-01-12 05:11
| 2026-01-12 04:13
| 2026-01-12 04:11










































