Kena Macet di Puncak: Begini Saran Ahli Soal Penggunaan Rem Tangan

2026-01-12 06:17:42
Kena Macet di Puncak: Begini Saran Ahli Soal Penggunaan Rem Tangan
SOLO, - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur ke daerah puncak dengan kontur jalan menanjak dan menurun.Namun, akibat lonjakan volume kendaraan di libur Nataru sering memicu kemacetan panjang, terutama di jalur menanjak, sehingga pengemudi perlu lebih berhati-hati.Seperti saat macet di tanjakan kawasan puncak, banyak pengemudi ragu memakai rem tangan karena dianggap hanya berfungsi sebagai rem parkir dan berisiko membuat kampas cepat aus, padahal anggapan tersebut keliru.Baca juga: Terjebak Macet di Puncak? Perhatikan Ini buat Pemilik Mobil CVTParyudi, Technical Leader Nasmoco Bantul, mengatakan, anggapan tidak boleh menahan mobil dengan rem tangan di tanjakan adalah salah.suzuki.co.id Ilustrasi tuas rem parkir atau rem tangan“Bila tidak boleh pakai rem tangan, misal mau pakai rem utama dengan menginjak pedal, aktuatornya kan sama saja, yakni kampas rem, bedanya kalau pedal diinjak yang menekan piston karena ada dorongan minyak rem, sementara rem tangan tuas pengungkit,” ucap Paryudi kepada Kompas.com, baru-baru ini.Paryudi menjelaskan bahwa rem parkir pada mobil memiliki beberapa jenis, mulai dari rem tangan model tuas, tipe tarikan, pedal kaki, hingga electronic parking brake (EPB).“Ketika rem parkir diaktifkan, apa pun jenis tuasnya, sama saja mereka menekan kampas pada rem belakang, baik rem yang berjenis tromol atau cakram, untuk EPB motor akan menekan kampas,” ucapnya.Menurutnya, ada jenis rem belakang mobil yang memisahkan fungsi rem tangan dan rem pedal, seperti pada sistem rem kombinasi cakram–tromol.Baca juga: Catat, Ini 3 Titik Kemacetan di Jalur Puncak“Ada pada mobil-mobil tahun lama, rem cakram digabungkan dengan tromol, bagian cakram bekerja ketika pedal rem diinjak, sementara tromol hanya saat rem tangan ditarik, bentuk kampasnya memang lebih kecil,” ucap Paryudi.Paryudi menjelaskan, rem tangan tipe kombinasi memiliki konstruksi yang lebih ringkih karena fungsinya bukan untuk menghentikan laju mobil, namun tetap aman digunakan untuk menahan kendaraan saat berhenti di tanjakan.“Saat mobil tertahan di tanjakan, artinya roda dalam kondisi diam, sementara kampas akan cepat aus bila hanya ada gesekan, seperti untuk mengerem dengan roda masih dalam kondisi berputar,” ucap Paryudi.Paryudi menegaskan, rem tangan tetap aman digunakan untuk menahan mobil di tanjakan karena pada dasarnya fitur seperti hill start assist (HSA), electronic parking brake (EPB), dan auto brake hold juga bekerja melalui kampas rem belakang, sama seperti rem tangan.


(prf/ega)