Tolak Rumah Ditempeli Stiker "Keluarga Miskin", 30.000 Warga Jateng Mundur sebagai Penerima Bansos

2026-01-12 12:50:56
Tolak Rumah Ditempeli Stiker
SEMARANG, – Sebanyak 30.000 warga penerima bantuan sosial (bansos) di Jawa Tengah menolak penempelan stiker bertuliskan “Keluarga Miskin” di rumah mereka.Penolakan ini muncul karena mereka merasa tidak layak menerima bantuan tersebut.Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa kebijakan penempelan stiker tersebut merupakan inisiatif dari pemerintah daerah.Menurutnya, stiker berfungsi sebagai penanda untuk memastikan ketepatan data penerima manfaat melalui verifikasi lapangan.Baca juga: 1,9 Juta KPM Tidak Layak Terima Bansos, Mensos: Ada yang Dapat hingga 18 Tahun“Sebenarnya itu inisiatif daerah ya, daerah yang punya inisiatif untuk menempel stiker itu. Untuk memastikan bahwa keluarga ini memang menerima, keluarga ini tidak menerima. Itu sebagai tanda saja,” ujar Gus Ipul usai menghadiri rapat koordinasi pengelolaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kompleks Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, pada Selasa .Meski kebijakan ini menuai pro dan kontra, Gus Ipul menyoroti dampak positif yang ditimbulkan.Ia mencatat bahwa kebijakan ini telah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengevaluasi kelayakan mereka sebagai penerima bansos.Baca juga: DPMD Banyuwangi Telusuri Rumor Pelanggaran Penyaluran Bansos yang Libatkan Kades“Ada efek positifnya. Akhirnya masyarakat menolak, itu bagus juga. Kita sedang memperkuat Gerakan Menolak Bansos. Bagus bagi yang tidak memenuhi syarat, tapi yang memenuhi syarat akan kita berikan,” bebernya.Gus Ipul juga mencatat bahwa lebih dari 30.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima bansos.“Lebih dari 30.000 KPM menolak dapat bansos. ‘Kami merasa sudah cukup, kami ingin dialokasikan kepada yang lebih memenuhi kriteria penerima manfaat’, begitu yang mereka sampaikan,” imbuhnya.Sikap warga yang memilih untuk keluar dari daftar penerima bansos tersebut patut diapresiasi.Gus Ipul berharap kesadaran ini akan terus meningkat di masa mendatang.Baca juga: Mensos Cabut 600.000 Penerima Bansos Terlibat Judi Online, 200.000 Ajukan Reaktivasi“Saya senang kalau ada keluarga yang menolak bansos supaya bisa diberikan kepada mereka yang lebih berat. Saya merasa hormat,” ujarnya.Lebih lanjut, Gus Ipul menyatakan bahwa masyarakat yang menolak bansos menunjukkan kemandirian dan daya ekonomi yang kuat, sehingga tidak perlu bergantung pada bantuan pemerintah.“Saya berterima kasih kepada keluarga-keluarga penerima manfaat yang telah dengan berani menyampaikan untuk menolak bansos karena merasa sudah cukup dan bisa hidup mandiri. Saya acungi jempol,” tuturnya.


(prf/ega)