Banjir Aceh, Antrean Panjang di SPBU, Listrik dan Sinyal Belum Normal

2026-01-11 03:38:53
Banjir Aceh, Antrean Panjang di SPBU, Listrik dan Sinyal Belum Normal
ACEH UTARA, – Sejumlah masyarakat mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Sentral Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Kota Langsa, Provinsi Aceh.Kelangkaan bahan bakar minyak terjadi di sejumlah tempat.Seperti terlihat di SPBU Kuta Blang, SPBU Kota, dan SPBU Cunda di Kota Lhokseumawe, antrean panjang mencapai dua kilometer. "Susah sekali dapat minyak sekarang. Sekali isi harus penuh tangki, maka antrean jadi panjang," kata Muzakkir, seorang warga di Kota Lhokseumawe, Selasa .Baca juga: Banjir Aceh Utara, PMI: Banyak Jenazah Belum Diangkat, Butuh Makanan dan PakaianHal yang sama disebutkan oleh Maisarah yang mengantre di SPBU Cunda, Kota Lhokseumawe."Kami minta pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar agar antrean tidak panjang karena sulit sekali mendapatkan bahan bakar sekarang ini," tuturnya.Sementara itu, Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana, dihubungi terpisah membenarkan bahwa sejumlah SPBU kosong di kota itu."Saya sudah komunikasi, bahan bakar dalam perjalanan. Saya minta masyarakat tenang," ucapnya.Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa Pertamina terus melakukan percepatan mitigasi agar distribusi BBM tetap terjaga."Pertamina melakukan segala upaya yang diperlukan untuk memastikan suplai tetap aman. Kami telah menyiapkan alih suplai dari Fuel Terminal terdekat serta meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Saat ini tantangan terbesar adalah kondisi cuaca ekstrem yang membuat proses sandar belum dapat dilakukan," ucap Fahrougi.Sebagai bentuk mitigasi, Pertamina telah melakukan alih suplai (RAE) Pertalite dan Biosolar dari IT Lhokseumawe, FT Siantar, dan IT Dumai.Baca juga: Pilu Warga Aceh Tengah karena Banjir dan Longsor: Listrik Mati, Sembako Sulit dan MahalSkema prioritas penyaluran juga diterapkan untuk menjaga ketersediaan di SPBU yang memasuki kategori stok kritis.Selain itu, penyaluran produk alternatif seperti Pertamax dan Pertamina Dex turut dimaksimalkan untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat selama proses pemulihan suplai."Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait untuk memastikan situasi di lapangan tetap kondusif," tuturnya.Selain itu, sinyal telekomunikasi belum pulih di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.Listrik masih dilakukan pemadaman bergilir.Di Lhokseumawe, listrik padam hingga tujuh jam dalam sehari.Sebelumnya, banjir merendam 18 kabupaten/kota di Aceh, mengakibatkan ratusan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur lainnya.Hingga kini, sejumlah titik belum bisa diakses.


(prf/ega)