PURWOREJO, – Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, masih menghadapi persoalan serius terkait tingginya angka stunting.Menyadari kondisi tersebut, Camat Bener, Vivin Suryandari Feriyani, meluncurkan sebuah pendekatan baru untuk menekan angka kasus melalui program inovatif bertajuk “Dolan Deso”.Program ini mengajak jajaran pemerintah turun langsung ke desa-desa untuk memastikan upaya penanganan stunting berjalan efektif.Peluncurannya dilakukan beberapa waktu lalu di kawasan De Loano Glamping, dan sejak itu Dolan Deso mulai menyasar kelompok paling rentan, terutama ibu hamil berisiko.Baca juga: Jadi Sorotan Nasional, Begini Cara SPPG Bener Jaga Mutu MBG, Disambut Antusias SiswaVivin menjelaskan, berdasarkan data terbaru, terdapat lebih dari 600 balita stunting di Kecamatan Bener.Angka itu menempatkan Kecamatan Bener sebagai salah satu dari tiga wilayah dengan kasus stunting tertinggi di Kabupaten Purworejo.“Kecamatan Bener masuk tiga besar daerah dengan angka stunting tertinggi se-Kabupaten Purworejo. Untuk itu, program ini kita laksanakan agar angka stunting turun di Kecamatan Bener,” ujar Vivin saat ditemui pada Kamis .Melalui Dolan Deso, pemerintah fokus melakukan intervensi sejak masa kehamilan.Sasaran utamanya adalah ibu dengan lingkar lengan atas (LILA) di bawah 23,5 cm—indikator kekurangan energi kronis.Para ibu hamil ini mendapatkan pendampingan intensif, pemeriksaan rutin, pemantauan kondisi gizi, hingga bantuan pangan tinggi protein.Baca juga: Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Minta Perangkat Daerah Lakukan Identifikasi“Para ibu hamil kita berikan bantuan makanan bergizi, dan perkembangannya akan terus dipantau melalui kader kesehatan. Mereka tidak mendapatkan uang tapi dapat bahan makanan yang bergizi,” jelasnya.Vivin juga mengingatkan para kepala desa agar memastikan program berjalan optimal.“Jangan hanya menggelontorkan uang tanpa evaluasi. Tolong program ini dikawal dan dilaksanakan secara masif ke masyarakat,” tegasnya.Selain intervensi pemerintah, Dolan Deso diperkuat dengan gerakan masyarakat bertajuk “Orang Tua Asuh Cegah Stunting”.Melalui donasi warga, sedikitnya empat ibu hamil berisiko sudah mendapatkan dukungan tambahan.Baca juga: Hal Sepele yang Sering Diremehkan Orangtua, tapi Bisa Bikin Anak Stunting Menurut DokterMeski demikian, Vivin menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan bentuk ketergantungan, melainkan pemantik partisipasi sosial.“Ini hanya penggerak saja, bukan satu-satunya solusi. Saya berharap semua stakeholder dan pihak swasta bisa turut bergandeng tangan,” ujarnya.Pemerintah Kecamatan Bener berharap Dolan Deso tumbuh sebagai gerakan sadar gizi yang berkelanjutan, bukan sekadar program pemerintah.Vivin juga mengapresiasi peran pemerintah desa yang telah membantu memfasilitasi pelaksanaan dan ikut menggerakkan donasi dari masyarakat.
(prf/ega)
Kunjungi Warga dan Gandeng Donatur: Cara Camat Bener Lawan Stunting Lewat "Dolan Deso"
2026-01-11 00:32:19
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:12
| 2026-01-11 03:38
| 2026-01-11 02:54
| 2026-01-11 01:37










































