Geramnya Mentan Amran Temukan Penyelundupan 40,4 Ton Beras Impor Ilegal Masuk ke Batam

2026-01-12 06:15:12
Geramnya Mentan Amran Temukan Penyelundupan 40,4 Ton Beras Impor Ilegal Masuk ke Batam
Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali mengungkapkan temuan beras impor ilegal. Kali ini, sebanyak 40,4 ton beras impor ilegal berlabuh di Pelabuhan Tanjung Sengkuang, Batam.“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh aparat pemerintah yang bertindak cepat dan mengamankan beras 40 ton, juga minyak goreng. Jadi perlu kami sampaikan, bukan nilai 40 tonnya, tetapi yang kita harus jaga adalah semangat petani kita untuk tanam. Jangan sampai petani kita ada 115 juta orang, 29 juta KK, itu demotivasi,” tutur Amran di kediaman Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa .Amran mengaku menerima aduan dari kontak WhatsApp Lapor Pak Amran di nomor 082311109390 pada Senin, 24 November 2025 sekitar pukul 23.00. Pihaknya bersama tim gabungan langsung bergerak cepat mengamankan sebanyak tiga kapal yang bersandar.Advertisement“Itu tanggung jawab kita semua. Menjaga kesejahteraan petani kita, karena kalau mereka demotivasi bisa jadi produksi turun lagi. Karena kalau mereka tidak percaya kita, itu bisa berdampak besar terhadap negara. Sekali lagi, ini kita harus jaga. Kalau Bapak Presiden sudah sampaikan, kita ikut,” jelas dia.Tidak hanya beras, dalam kapal tersebut juga terdapat selundupan gula pasir 4,5 ton; minyak goreng 2,04 ton; tepung terigu 600 kilogram; susu 900 liter; parfum 240 pieces; mie impor 360 pieces; dan frozen food 30 dus.“Ini minyak goreng sangat ironis. Kita produsen terbesar dunia, tetapi ilegal masuk minyak goreng. Sekali lagi, kita produsen terbesar dunia, tetapi kenapa ada minyak goreng masuk. Ini menjadi perhatian kita semua,” ungkapnya.“Kami sudah koordinasi Pak Kapolda, Pak Pangdam, Gubernur, sudah kami telpon semua. Telepon langsung supaya jangan ada salah persepsi. Kita jaga Republik ini bersama. Jadi kami bicara, ada petani di belakang kami 160 juta. Petani padi ada 115 juta. Kami jaga mereka. Kami kita harus jaga bersama mereka. Kemana mereka mau mengadu kalau bukan kepada kita semua,” sambungnya.


(prf/ega)