- Sejumlah pihak mendesak pemerintah segera menetapkan status Bencana Nasional terkait banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar menjadi salah satu yang menyuarakan usulan tersebut. Menurut dia, tingkat kerusakan, jumlah korban, serta besarnya kerugian sudah memenuhi kriteria bencana berskala nasional.“Bahkan tidak sedikit korban yang belum ditemukan dan belum tersentuh bantuan. Di sisi lain, kemampuan pemerintah daerah sangat terbatas,” ujarnya, dikutip dari laman resmi MUI, Senin .Anwar berharap pemerintah segera menaikkan level penanganan menjadi Bencana Nasional agar proses bantuan dan pemulihan dapat dilakukan lebih komprehensif.Baca juga: Titiek Soeharto Singgung Pembalakan Liar Terkait Bencana di SumateraBencana banjir bandang tersebut diketahui meluluhlantakkan seluruh infrastruktur seperti jalan, jembatan, rumah penduduk, gedung sekolah hingga tempat peribadatan.Dikabarkan masih terdapat beberapa daerah terdampak bencana yang belum dapat diakses oleh relawan karena tingkat kerusakan jalur transportasi yang sangat parah, yang mengharuskan mereka menggunakan jalur udara. Laporan dari MUI Sumatera juga membenarkan bahwa situasi di lapangan benar-benar darurat.Meski begitu, Anwar menyadari bahwa menetapkan status Bencana Nasional membutuhkan kajian mendalam.Ia juga percaya bahwa tim seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat memberikan masukan komprehensif kepada Presiden Prabowo.“Termasuk masukan dari pemerintah daerah agar bisa memberikan laporan tentang s?tuasi di lapangan seobjektif mungkin agar Presiden tidak salah dalam mengambil keputusan,” kata Anwar.Baca juga: 9 Daerah di Sumut Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana, Sampai Kapan?Anwar mengungkapkan, di antara informasi yang ada saat ini diketahui belum semua korban bencana dapat tertangani dengan baik. Bahkan, wilayah Aceh bagian Timur dikabarkan masih berlansung bencana banjir tersebut. Kondisi itu diperparah dengan lumpuhnya jalur komunikasi sehingga relawan maupun aparat mengalami kesulitan untuk melakukan indentifikasi.“Sinyal HP saja tidak ada sehingga ini makin memberatkan. Belum lagi kelangkaan BBM dan mulai naiknya harga-harga kebutuhan pokok masyarakat,” tambah Anwar.Dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI itu juga mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi aktif dalam membantu meringankan beban korban bencana Sumatera.Anwar juga mengingatkan agar bantuan tetap dalam koordinasi petugas lapangan agar tidak terjadi penumpukan bantuan.
(prf/ega)
Kian Banyak Suara Minta Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Banjir Sumatera
2026-01-12 05:10:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:17
| 2026-01-12 05:15
| 2026-01-12 04:42
| 2026-01-12 04:19










































