JAKARTA, - Belum lama ini, sempat viral sebuah kejadian ban mobil pecah di jalan tol. Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa kondisi ban masih terlihat cukup bagus dan usia pemakaiannya pun belum terlalu tua. Kejadian tersebut mendapat perhatian dari warganet karena dinilai cukup mengejutkan.Unggahan itu dibagikan oleh akun Instagram @ratna_listy, belum lama ini. Dalam video dan foto yang dibagikan, terlihat ban bagian belakang mobil mengalami kerusakan cukup parah. Beruntung, pengemudi masih bisa mengendalikan kendaraan sehingga insiden tidak berujung kecelakaan.Baca juga: Petaka Pecah Ban Mobil, Penyebab Sepele yang Sering DiabaikanRedaksi sudah mencoba menghubungi yang bersangkutan untuk ditanyai perihal kejadian tersebut lebih jauh. Namun, hingga kini, belum ada jawaban.A post shared by Ratna Listy (@ratna_listy)Sementara, pihak Astra Tol Cipali yang membantu, mengatakan, insiden tersebut terjadi di KM 94 arah Cirebon.Ardam Rafif Trisilo, Corporate Communications & Sustainability Management Dept Head Astra Tol Cipali, mengatakan, petugas patroli Astra Tol Cipali yang sedang melakukan observasi rutin menemukan kendaraan milik Ratna Listy sedang mengalami pecah ban.Baca juga: Pengemudi Wajib Lakukan Ini Saat Alami Pecah Ban"Petugas kemudian menawarkan penggantian ban, tetapi Ratna Listy kemudian memilih untuk melakukan penggantian secara mandiri karena sudah dapat ditangani oleh dua sopirnya," ujar Rafif, saat dihubungi Kompas.com, Minggu .Toyota Astra Motor Pecah ban dapat terjadi salah satunya disebabkan oleh muatan berlebihan."Sesuai dengan SOP penanganan, petugas tetap memberikan bantuan berupa pengamanan (pemasangan cone dan penugasan flagman) di lokasi hingga proses penggantian ban selesai, untuk menjamin keselamatan pengguna jalan," kata Rafif.Terkait kejadian tersebut, Fisa Rizqiano, Head of Original Equipment (OE) Bridgestone Indonesia, memberikan penjelasan mengenai penyebab kerusakan pada ban. Menurutnya, jika dilihat dari foto, terlihat jelas bahwa dinding ban mengalami kerusakan di sekeliling bagian samping.Fisa mengatakan, kerusakan pada dinding ban yang terjadi secara menyeluruh, baik pada bagian karet maupun benang di dalam ban, umumnya disebabkan karena tergilas bibir pelek. Kondisi ini bisa muncul saat tekanan udara dalam ban sudah sangat rendah."Hal ini memungkinkan terjadi jika kondisi sangat kurang, bahkan habis sama sekali atau zero pressure. Kondisi kerusakan ini dinamakan Flat Running," ujar Fisa, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.Saat ban dipaksa tetap berjalan dengan tekanan udara yang hampir habis, beban kendaraan hanya bertumpu pada struktur samping ban. Akibatnya, struktur tersebut tidak mampu lagi menahan beban dan akhirnya robek ketika bersentuhan langsung dengan bibir pelek.Lebih lanjut, Fisa mengatakan bahwa faktor penyebab tekanan angin bisa berkurang atau bahkan habis perlu diperiksa lebih mendalam. Kondisi ini tidak selalu disebabkan karena usia ban atau kualitas material semata."Kenapa angin bisa sangat kurang atau habis, ini yang harus diperiksa, perlu pengecekan fisik. Apakah ada luka atau sobek, pernah ditambal, pentil bocor atau sebab lainnya," kata Fisa.Untuk itu, penting sekali selalu menjaga tekanan ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Beberapa mobil modern bahkan sudah memiliki fitur Tyre Pressure Monitoring System (TPMS) guna memudahkan pengguna selalu memantau tekanan ban mobilnya.
(prf/ega)
Ban Mobil Masih Layak Bisa Pecah di Tol, Begini Penjelasannya
2026-01-11 14:52:23
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:19
| 2026-01-11 14:41
| 2026-01-11 13:47
| 2026-01-11 13:46
| 2026-01-11 12:55










































