2 Tentara AS Tewas Ditembak Milisi ISIS yang Datang Menyergap

2026-01-12 05:39:20
2 Tentara AS Tewas Ditembak Milisi ISIS yang Datang Menyergap
DAMASKUS, - Tiga warga Amerika Serikat (AS) tewas ditembak milisi ISIS di Suriah, sebagaimana disampaikan Komando Pusat Militer AS atau Central Command (Centcom).Korban tewas terdiri dari dua tentara AS dan satu penerjemah sipil AS yang mendampingi operasi militer di wilayah tersebut.Centcom menyebutkan, tiga personel militer AS lainnya mengalami luka-luka dalam serangan itu, sementara pelaku penyerangan berhasil dilumpuhkan dan tewas di lokasi.Baca juga: Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa Temui Trump, Bahas Kerja Sama Lawan ISISMedia Pemerintah Suriah melaporkan, dua personel keamanan Suriah juga mengalami luka dalam insiden yang sama, sebagaimana dilansir BBC, Minggu .Presiden AS Donald Trump menyebut, insiden tersebut tersebut merupakan serangan ISIS terhadap AS dan Suriah, serta memperingatkan akan adanya pembalasan yang sangat serius.Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada Trump setelah insiden berdarah tersebut.Trump kemudian mengonfirmasi pada Minggu bahwa dua personel AS yang sebelumnya dirawat telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.Identitas ketiga korban tewas belum diumumkan karena pihak militer masih menunggu seluruh keluarga korban mendapatkan pemberitahuan resmi.Baca juga: Suriah Tangkap 71 Orang dalam Operasi Besar Melawan Jaringan ISIS, Bahan Peledak DisitaAP PHOTO/CZAREK SOKOLOWSKI Tentara Amerika Serikat tiba di bandara Rzeszow-Jasionka, Polandia, pada Sabtu dari Wiesbaden, Jerman. AS mengerahkan personel militernya untuk membantu NATO, berjaga-jaga jika Rusia perang dengan Ukraina.Dalam pernyataan di media sosial X, Centcom menyebut serangan itu merupakan hasil penyergapan oleh seorang penyerang ISIS yang bertindak sendirian.Seorang pejabat Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon mengatakan, hasil asesmen awal menunjukkan serangan tersebut kemungkinan besar dilakukan oleh kelompok ISIS.Namun, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengeklaim, pelaku merupakan anggota pasukan keamanan Suriah.Hingga kini, tidak ada kelompok yang mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan identitas penyerang belum diungkap ke publik.Juru bicara Pentagon Sean Parnell menuturkan, serangan itu terjadi di Palmyra, wilayah Suriah bagian tengah, saat pasukan AS sedang melakukan pertemuan dengan pemimpin kunci.Baca juga: Terduga Pendukung ISIS di Jerman Tembaki Sejumlah Mobil di Jalan TolParnell menambahkan bahwa insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh otoritas terkait.Seorang pejabat Pentagon menegaskan, serangan ini terjadi di wilayah yang tidak berada dalam kendali presiden Suriah.Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan peringatan keras."Biarlah diketahui, siapa pun yang menargetkan orang Amerika, di mana pun di dunia, akan menghabiskan sisa hidupnya yang singkat dan penuh kecemasan karena AS akan memburu, menemukan, dan membunuhnya tanpa ampun," ucap Hegseth.Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Al Shaibani menyatakan negaranya mengecam serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.Baca juga: ISIS Mulai Bangkit Lagi di Suriah


(prf/ega)