Filosofi Logo Hari Guru Nasional 2025 Kemenag, Berikut Link Downloadnya

2026-01-14 21:26:57
Filosofi Logo Hari Guru Nasional 2025 Kemenag, Berikut Link Downloadnya
- Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November untuk menghargai pengabdian guru dan jasa guru dalam membangun pondasi pendidikan bangsa.Peringatan Hari Guru Nasional 2025 mengangkat tema “Merawat Semesta dengan Cinta” untuk merefleksikan filosofi pendidikan yang berakar pada kesadaran spiritual, ekologis, dan kemanusiaan.Baca juga: Link Unduh Logo Hari Guru Nasional 2025 dari Kemendikdasmen dan KemenagGuru dan pengajar diajak untuk tidak hanya mendidik manusia, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan alam semesta.Tema ini menggambarkan peran guru sebagai penjaga keseimbangan antara ilmu dan iman, antara pengetahuan dan kebijaksanaan.Untuk melengkapi hal itu, logo Hari Guru Nasional 2025 Kemenag hadir dengan tema cinta sesama dan lingkungan.Baca juga: Apakah Hari Guru Nasional 2025 Tanggal Merah? Ini PenjelasannyaKemenag.go.id Makna dan filosofi logo Hari Guru Nasional 2025.Logo Hari Guru Nasional 2025 Kemenag menampilkan elemen bumi, tangan, dan garis kuning yang dirangkai menjadi bentuk lingkaran.Dikutip dari dokumen panduan logo Hari Guru Nasional 2025 Kemenag RI, berikut makna filosofi logo Hari Guru Nasional 2025:Bentuk dasar logo berupa lingkaran merepresentasikan kesempurnaan ciptaan dan kesinambungan kehidupan. Ia menggambarkan semesta sebagai satu kesatuan yang harmoni.Baca juga: 35 Twibbon dan Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2024Elemen bumi ditampilkan dalam dua warna, hijau dan biru. Hijau menggambarkan kehidupan yang tumbuh, cinta tanah air, dan kepedulian ekologis.Sementara warna biru meambangkan keluasan pengetahuan, kedalaman spiritual, dan kedamaian batin.Bentuk tangan yang menyerupai tunas melambangkan kesadaran ekoteologi, yaitu kesadaran manusia untuk menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritualnya.Elemen tangan tersebut menggambarkan penerapan salah satu nilai Panca Cinta dalam Kurikulum berbasis Cinta, yaitu cinta lingkungan.Baca juga: 30 Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2024 dalam Bahasa Indonesia dan InggrisElemen lengkung berwarna kuning di atas bumi melambangkan pancaran cahaya ilmu dan cahaya bimbingan Ilahi.Ini menggambarkan peran guru sebagai matahari kehidupan yang menghadirkan kehangatan, menerangi kegelapan, dan menuntun arah tumbuh generasi.Kuning juga melambangkan optimisme dan pencerahan spiritual yang menjadi inti dari Panca Cinta: cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, yang menuntun segala cinta lainnya.Baca juga: Kumpulan Poster dan Puisi Hari Guru Nasional 2024, Menyentuh Hati Sarat ApresiasiUntuk logo dan panduan penggunaan Logo Hari Guru Nasional 2025 dapat diunduh melalui tautan berikut:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-14 20:33
#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-14 19:39