Jelang Nataru, Harga Cabai di Ambon Tembus Rp 120.000 Per Kilogram

2026-01-12 08:01:58
Jelang Nataru, Harga Cabai di Ambon Tembus Rp 120.000 Per Kilogram
AMBON, - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Ambon, Maluku, mengalami lonjakan tajam menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.Sejumlah kebutuhan yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi seperti cabai rawit, cabai keriting, dan bawang merah.Pantauan Kompas.com di Pasar Mardika Ambon, cabai rawit kini dijual dengan harga Rp 120.000 per kilogram (kg).“Itu harganya sudah naik sekitar dua minggu lalu,” kata Fera salah satu pedagang saat ditemui di lapak dagangannya, Kamis .Baca juga: Harga Cabai Mulai Turun di Pamekasan Jatim, Sempat Tembus Rp 100.000 per KgFera mengungkapkan, sebelum terjadi kenaikan, cabai rawit biasanya dijual Rp 60.000 per kilogram. Cabai rawit yang dijual itu biasanya didapat dari pemborong dan petani lokal.“Ini kita dapat dari pemborong dan juga petani di Taeno. Kita dapat juga dengan harga lumayan tinggi jadi kita jual kita sesuaikan harga,” ujarnya.Sementara untuk cabai keriting, kini dijual dengan harga Rp 60.000 per kilogram atau naik dari harga sebelumnya Rp 35.000 per kilogram.Cabai keriting yang dipasok ke pedagang di Kota Ambon didatangkan dari sentra produksi di Namlea, Kabupaten Buru dan Pulau Seram.“Cabai keriting juga sedang naik, sekarang per kilo Rp 60.000 itu harga di hampir di semua pedagang,” kata Marwah, seorang pedagang lainnya.Baca juga: Pemkot Surabaya Mulai Awasi Harga dan Stok Pangan Jelang Nataru, Stok Beras AmanKenaikan juga terjadi pada harga bawang merah, dari semula Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp 65.000 per kilogram. Sedangkan untuk bawang putih harganya masih tetap stabil pada kisaran harga Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.“Kalau harga bawang merah ini baru saja naik, dan kemungkinan masih akan terus naik karena stok juga sudah mulai sulit didapat,” kata Aminah, pedagang lainnya di Pasar Mardika.Terkait adanya lonjakan harga kebutuhan pokok jelang perayaan Nataru tersebut, warga meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon segera mengambil langkah cepat untuk mencegah terjadinya kenaikan harga di pasar.“Iya harusnya pemerintah daerah jangan sampai tutup mata, karena ini biasanya pedagang juga nakal menjelang hari besar seperti Natal dan Idul Fitri itu kondisinya seperti begini terus, alasannya permintaan banyak dan stok menipis,” kata Sherly salah seorang ibu rumah tangga kepada Kompas.com, Kamis.Dia juga meminta pihak berwenang segera melakukan pengawasan dan operasi pasar agar harga-harga kebutuhan pokok bisa dikendalikan.“Sekaligus awasi para pedagang kalau ada yang buat pelanggaran timbun kebutuhan pokok kasih sanksi tegas," ujarnya.Baca juga: Pemkot Surabaya Mulai Awasi Harga dan Stok Pangan Jelang Nataru, Stok Beras Aman


(prf/ega)