Tips agar Lulusan Baru Tetap Kompetitif di Era AI

2026-02-04 21:07:56
Tips agar Lulusan Baru Tetap Kompetitif di Era AI
- Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin cepat membuat banyak lowongan kerja tingkat pemula menyusut. Kondisi ini meningkatkan tekanan bagi lulusan baru (fresh graduate) yang harus bersaing dalam pasar kerja yang kian ketat.Dilansir dari CNBC, Minggu , CEO Coursera Greg Hart memaparkan sejumlah strategi penting agar lulusan baru tetap kompetitif di tengah dominasi AI. Mantan penasihat teknis Jeff Bezos di Amazon ini mengatakan bahwa lulusan perlu menambah pembelajaran di luar gelar sarjana mereka.Baca juga: Perlindungan Data Privasi di Era AI, Manajemen Peruri: Seperti Sabuk Pengaman Dipasang Saat Mobil DirakitHart menegaskan bahwa keterampilan tambahan menjadi kebutuhan mendesak ketika AI mengubah lanskap tenaga kerja.Hart menekankan pentingnya micro credential, yakni kursus singkat yang memberikan sertifikasi keterampilan tertentu.Program ini memerlukan waktu lebih singkat dibanding gelar tradisional, tetapi semakin penting karena banyak pekerjaan lulusan baru kini berpotensi tergantikan AI.Tahun ini, sejumlah perusahaan besar melakukan PHK dan menyebut AI sebagai salah satu penyebabnya.Baca juga: Pasar Kerja Lesu, Tren Job Hugging Makin Menguat di Kalangan SarjanaAmazon merumahkan 14.000 pekerja, sementara Salesforce memangkas 4.000 posisi layanan pelanggan karena AI dinilai mampu menangani 40 persen tugas di perusahaan tersebut.Di Inggris, survei Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD) terhadap 2.019 profesional HR dan pengambil keputusan mencatat 62 persen pemberi kerja memprediksi posisi junior, clerical, manajerial, dan administratif akan paling berisiko digantikan AI.Institute for Student Employers juga melaporkan ketatnya persaingan, dengan 1,2 juta lamaran untuk hanya 17.000 posisi lulusan baru.“Micro credential menunjukkan kepada pemberi kerja bahwa selain memperoleh gelar universitas, Anda juga menambahkannya dengan sesuatu yang lebih berfokus pada kebutuhan dunia kerja,” ujar Hart. Baca juga: Pertumbuhan Bisnis Lesu, Pasar Kerja Terancam MandekHart menjelaskan bahwa semakin banyak pekerja berupaya meningkatkan kemampuan mereka.Laporan LinkedIn “Skills on the Rise” menunjukkan literasi AI menjadi keterampilan yang paling banyak ditambahkan pengguna ke profil mereka.Para ahli sebelumnya mengatakan bahwa pekerja yang terkena PHK akibat AI sebaiknya mempelajari keterampilan baru, terutama literasi AI melalui kursus singkat.Upaya ini dinilai lebih efisien dibanding mengejar gelar baru yang lebih mahal dan memakan waktu.Baca juga: Cepat dan Responsif, Kunci Rekrutmen Talenta Terbaik di Pasar Kerja Kompetitif


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-02-04 19:19