Wanita Paruh Baya di Puncak Bogor Dibunuh saat Sedang Salat

2026-01-14 05:17:59
Wanita Paruh Baya di Puncak Bogor Dibunuh saat Sedang Salat
Wanita paruh baya berinisial N (59) di Cisarua, Bogor, Jawa Barat dibunuh perempuan berinisial NAF (32) saat sedang salat. Pelaku tega membunuh korban gara-gara persoalan tabungan."Pada magrib korban salat magrib, lalu secara tiba-tiba tersangka mengambil balok kayu yang berada di dapur dan menghampiri korban dan memukul saat korban sedang sujud pada bagian kepala," kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo, Sabtu (22/11/2025).Usai dipukul menggunakan balok, korban kemudian terlentang. Saat itu, pelaku kembali memukul korban menggunakan kayu sebanyak dua kali pada bagian kepala dan sempat meminjam uang Rp 1 juta kepada korban."Setelah itu pelaku dan korban sempat berbincang dan dalam perbincangan itu pelaku meminjam uang Rp 1 juta ke korban," bebernya.Korban memberikan perhiasan berupa gelang dan cincin kepada pelaku. Setelah diberikan, pelaku mengelap darah yang bersimbah di tubuh korban dan mengajak korban untuk ke rumah sakit, namun korban menolak."Kemudian pelaku sempat minta maaf dan mengajak korban ke rumah sakit. Korban tidak mau, kemudian kembali cekcok dan perhiasan sempat dikembalikan oleh pelaku kepada korban," bebernya.Korban lalu menjambak pelaku. Saat itu pelaku melawan dan mendorong korban kemudian menutup wajah korban menggunakan bantal."Kemudian bagian wajahnya ditutup dengan bantal hingga kehabisan nafas dan bagian dada itu diduduki oleh si pelaku. Dia mengambil pisau di kamar korban dan menusukkan ke dada korban sekali," ucapnyaMelihat korban masih bergerak, pelaku kembali menusukkan pisau kepada korban sebanyak delapan kali. Kemudian pelaku melarikan diri sambil mebawa barang dan perhiasan korban."Pelaku kabur dan membersihkan diri dengan membawa handphone dan perhiasan milik korban kembali ke rumahnya," bebernya.Keeskokan harinya, pelaku menghubungi anak korban karena sebelumnya mengetahui anak korban akan berkunjung ke rumah korban. Pelaku menyampaikan kepada anak korban bahwa korban tidak bisa dihubungi."Pelaku mencoba mengelabui keluarga dari korban dengan mentayakan korban tidak bisa dihubungi karena sedang pengajian dan dicek apakah keluarga datang ke rumah korban atau tidak," sebutnya.Sebelumnya, sebuah unggahan di media sosial (medsos) menunjukan wanita paruh baya menjadi korban dugaan pembunuhan di wilayah Cisarua, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Pelakunya merupakan seorang wanita.Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto membenarkan kejadian itu. Berkat gerak cepat Pamapta Polres Bogor dalam tindakan pertama penanganan tempat kejadian perkara (TKP), pelaku dapat diamankan."Berkat gerak cepat Polres yang dipimpin Pamapta (Patroli, Pengamanan, dan Pelayanan Masyarakat Terpadu) dalam penanganan TKP (tempat kejadian perkara), pelaku bisa segera kita amankan," kata Wikha.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-01-14 04:24