Cerita Pria di Bandung Gagal Nikah Usai Tertangkap Curi Motor

2026-02-03 02:10:58
Cerita Pria di Bandung Gagal Nikah Usai Tertangkap Curi Motor
BANDUNG, - Seorang pria berinisial G ditangkap polisi karena mencuri sepeda motor di kawasan Sarijadi, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Selasa malam.Aksi pencurian tersebut diduga didorong kebutuhan dana untuk persiapan pernikahannya."Karena dia persiapan mau nikah, dia kepepet, akhirnya melakukan pencurian kendaraan bermotor," ungkap Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, saat rilis penangkapan di Kantor Satreskrim Polrestabes Bandung, Senin .Akibat perbuatannya, rencana pernikahan G yang seharusnya digelar bulan ini harus pupus.Ia membutuhkan dana sekitar Rp20 juta untuk pesta pernikahannya. Kini, ia menyesali perbuatannya.Baca juga: Analisis Pembunuhan Anak Anggota Dewan PKS: Dendam Politik vs Pencurian Spontan?Kendaraan yang dicuri merupakan milik korban berinisial JH. Peristiwa terjadi ketika korban memarkirkan motor jenis Vario di depan rumahnya sekitar pukul 19.30 WIB.Dua jam kemudian, saat korban hendak memasukkan motor ke dalam rumah, kendaraan tersebut sudah raib."Awalnya saya parkiran motor setengah delapan malam. Setengah sepuluh saya mau masukan motor ke dalam, udah enggak ada,” cerita korban.Baca juga: Bawa Kunci L, 4 Maling Ini Curi Motor di Rumah Makan BangkalanKorban segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.Menindaklanjuti laporan, polisi melakukan penyelidikan hingga berhasil menemukan kendaraan korban dan menangkap pelaku.Kendaraan korban telah dikembalikan dalam keadaan utuh.“Saya ucapkan terima kasih kepada jajaran Satreskrim Polrestabes Bandung, yang telah menemukan motor saya dalam keadaan utuh,” tutur korban.Pencurian kendaraan bermotor ini merupakan satu dari tujuh kasus yang diungkap Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung selama Desember.Aksi curanmor terjadi di beberapa titik di Kota Bandung, termasuk Sarijadi, Antapani, Sumur Bandung, Babakan Ciparay, dan Astana Anyar.Sebanyak 12 pelaku berhasil ditangkap, terdiri dari 10 pelaku utama dan dua penadah berinisial R, RT, DH, RP, AZ, D, I, P, F, R, dan A.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-03 02:38