PLN EPI Targetkan Pemanfaatan 10 Juta Ton Biomassa untuk PLTU pada 2030

2026-01-12 09:55:15
PLN EPI Targetkan Pemanfaatan 10 Juta Ton Biomassa untuk PLTU pada 2030
JAKARTA, - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus mendorong pemanfaatan biomassa sebagai substitusi batu bara melalui skema cofiring pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).Perusahaan menargetkan penggunaan biomassa bisa mencapai 10 juta ton pada 2030.Melalui pemanfaatan biomassa, diharapkan dapat menekan penggunaan batu bara dalam sistem pembangkitan listrik nasional.Direktur Bioenergi PLN EPI, Hokkop Situngkir, optimistis target tersebut dapat tercapai seiring dengan besarnya potensi bioenergi di Indonesia.Baca juga: Penjelasan PLN soal Listrik Aceh Tamiang Nyala Saat Presiden Prabowo DatangPotensi itu berasal dari berbagai limbah, mulai dari pertanian, kehutanan, kayu, hingga pulp (waste agro, waste forestry, waste wood, dan waste pulp). "Bioenergi itu unik karena molekul fosilnya diganti dengan molekul hayati. Secara life cycle assessment, ini terbukti mampu mereduksi emisi karbon secara signifikan," ujar Hokkop dalam keterangannya, Rabu .Ia menjelaskan, hingga akhir 2025, PLN EPI menargetkan pemanfaatan biomassa mencapai 2,5 juta ton.Dari penggunaan tersebut, perusahaan mencatat penurunan emisi karbon sebesar 2,6 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e) yang berasal dari 14 jenis biomassa.Hokkop meyakini penggunaan biomassa dapat ditingkatkan hingga 10 juta ton pada 2030.Hal ini didukung oleh potensi biomassa nasional yang diperkirakan mencapai sekitar 280 juta ton per tahun.Namun, pemanfaatannya saat ini baru sekitar 20 juta ton, sementara potensi biomassa yang relatif mudah diakses mencapai 60 juta ton. "Untuk 2-3 tahun ke depan, kami punya potensi sekitar 7,3 juta ton, yang sebenarnya ini kami punya di depan mata," kata dia.Meski demikian, Hokkop mengakui pencapaian target tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor.Menurutnya, potensi biomassa Indonesia bahkan setara dengan negara-negara yang telah lebih dulu mengembangkan bioenergi secara masif, seperti Brasil, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal akibat terbatasnya sinergi antarpemangku kepentingan. "Ini kesempatan yang terbuka sangat lebar, tapi harus ada kolaborasi dari semua kepentingan," ucap Hokkop.Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) pun mendorong pemanfaatan biomassa di berbagai industri, termasuk ketenagalistrikan, serta peningkatan produksinya.Ketua Umum Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI), Milton Pakpahan, merekomendasikan peningkatan produksi biomassa guna mendukung target RUPTL berbasis energi baru dan terbarukan (EBT), khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Bioenergi (PLT Bio) sebesar 0,9 gigawatt (GW) hingga 2034.Saat ini, sekitar 480 megawatt (MW) PLT Biomassa masih berada pada tahap konstruksi, tender, dan perencanaan, dengan kebutuhan biomassa mencapai sekitar 2,5 juta ton.


(prf/ega)