Jasad Manusia di Danau 37 Tahun Tak Teridentifikasi, Ternyata Salah Analisis

2026-02-03 09:18:53
Jasad Manusia di Danau 37 Tahun Tak Teridentifikasi, Ternyata Salah Analisis
LANSING, - Setelah hampir empat dekade menjadi misteri, jasad perempuan yang ditemukan di Danau Michigan, Amerika Serikat (AS), pada 1988 akhirnya diidentifikasi sebagai Dorothy Glanton, warga Chicago berusia 71 tahun yang dilaporkan hilang sejak Desember 1987.Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kepolisian Negara Bagian Michigan bekerja sama dengan Proyek DNA Doe pada Rabu .Jasad Glanton ditemukan pada 8 April 1988 di perairan dekat kota kecil New Buffalo, Michigan. Namun, saat itu pihak berwenang gagal menentukan identitas korban meskipun telah melakukan berbagai upaya.Baca juga: Misteri 31 Tahun Terpecahkan, Jasad Pendaki Hilang pada 1994 DitemukanSelama bertahun-tahun, korban dikenal sebagai “Jane Doe New Buffalo”. Ia diyakini meninggal satu tahun sebelumnya, meski penyebab kematiannya belum dapat dipastikan hingga kini.iStockphoto/ROMAOSLO ilustrasi danau terdalam di dunia.Terobosan dalam kasus ini baru muncul pada musim panas 2023, ketika polisi menyerahkan kasus tersebut kepada DNA Doe Project, lembaga nirlaba yang fokus mengidentifikasi jasad tak dikenal melalui analisis silsilah genetik.Tim ahli DNA Doe kemudian menggelar retret khusus guna menyusun silsilah keluarga korban. Dari sinilah kesalahan dalam identifikasi awal terungkap.“Pada 1988, korban diperkirakan merupakan perempuan Kaukasia berusia 40-an atau 50-an,” demikian pernyataan DNA Doe Project, dikutip dari ABC News, Jumat .Namun, hasil analisis genetik terbaru menunjukkan bahwa korban sebenarnya adalah perempuan Afrika-Amerika berusia 70-an saat meninggal dunia.“Awalnya, kami mengira sedang mencari putri Dorothy, berdasarkan estimasi usia jasad,” kata Lisa Needler, ketua tim dari Proyek DNA Doe.“Ketika akhirnya pencarian kami mengerucut ke Dorothy sendiri, kami terkejut karena ternyata dia sudah berusia 70-an saat menghilang,” ujarnya.Tim DNA Doe juga menemukan bahwa Dorothy Glanton lahir dan besar di Alabama sebelum pindah ke Chicago pada 1920-an bersama keluarganya.Baca juga: Misteri Perampokan Louvre dan Nasib Harta BersejarahPerpindahan itu merupakan bagian dari arus besar migrasi masyarakat Afrika-Amerika dari Selatan ke wilayah utara AS.Pencarian identitas Glanton menemukan titik terang ketika tim mendapati iklan surat kabar pada Agustus 1988, beberapa bulan setelah jasadnya ditemukan.“Iklan itu dipasang oleh kerabat atas nama ibu Dorothy. Isinya menyebutkan, ‘Ibumu sakit, kesepian, dan takut. Dia sangat membutuhkanmu,’” kata Robin Espensen, salah satu ketua tim Proyek DNA Doe.“Sayangnya, saat iklan itu dipasang, jasad Dorothy telah ditemukan beberapa bulan sebelumnya,” imbuhnya.Kepolisian Negara Bagian Michigan menyampaikan apresiasi kepada para detektif, peneliti, dan relawan DNA Doe Project atas dedikasi mereka dalam menyelesaikan kasus ini.“Berkat kerja sama lintas tim selama bertahun-tahun, akhirnya misteri ini terpecahkan,” demikian pernyataan resmi pihak kepolisian.Baca juga: Misteri Matinya Eskalator dan Prompter Trump Jadi Polemik di Sidang PBB


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-03 06:49