KJRI Chicago Gelar Konser Angklung, Perkenalkan Harmoni Indonesia ke Publik AS

2026-01-11 23:30:51
KJRI Chicago Gelar Konser Angklung, Perkenalkan Harmoni Indonesia ke Publik AS
CHICAGO, – KJRI Chicago kembali memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Amerika Serikat (AS) lewat penyelenggaraan Konser Angklung di Stanley Field Hall, Field Museum, Chicago, pada Minggu .Konser digelar untuk memperingati World Angklung Day sekaligus menandai 15 tahun pengakuan angklung sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO pada 2010.Dengan tema “15 Years of UNESCO Recognition”, pertunjukan ini merupakan hasil kerja sama berkelanjutan antara KJRI Chicago dan Field Museum. Dukungan juga datang dari diaspora Indonesia serta mitra swasta, termasuk Lighthouse Indonesia dan Paragon Corp.Baca juga: Angklung Indonesia Menggema di Festival Jazz Internasional UzbekistanPenampilan maestro muda Manshur Praditya sukses menyita perhatian ratusan pengunjung yang memadati aula utama museum, baik di area lantai dasar maupun balkon.Hadirin datang dari beragam kalangan, yakni warga lokal AS, turis mancanegara, mahasiswa, hingga komunitas pecinta budaya.Konjen RI Chicago, Trisari Dyah Paramita, menegaskan bahwa diplomasi budaya menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Amerika Serikat.“Angklung bukan sekadar alat musik. Ia adalah simbol harmoni, persatuan, dan kerja sama. Melalui angklung, Indonesia menyampaikan pesan universal tentang pentingnya kebersamaan dalam keberagaman,” ujar Trisari dalam sambutannya.Konser turut dihadiri Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, beserta jajaran KBRI Washington DC.Direktur Pameran Field Museum, Jaap Hoogstraten, menyatakan konser ini menjadi bagian penting dari komitmen museum dalam menampilkan kekayaan budaya dunia.“Kami mengapresiasi kolaborasi ini. Konser angklung memperkaya pengalaman budaya para pengunjung dan meneruskan tradisi panjang Field Museum dalam mendukung keberagaman,” kata Jaap.Baca juga: Indonesia Promosikan Angklung sebagai Terapi Pasien Demensia di QatarPenampilan angklung dikemas secara dinamis, interaktif, dan inovatif. Publik tidak hanya menikmati alunan musik, tetapi juga diajak untuk memainkan angklung secara langsung dalam sesi interaktif.Selain pertunjukan, pengunjung juga dapat melihat sertifikat pengakuan UNESCO, materi edukatif mengenai sejarah angklung dan World Angklung Day, serta mencoba dua set angklung tradisional yang disediakan.Seorang profesor linguistik dari Universitas DePaul, Chicago, mengaku kagum atas kekayaan budaya Indonesia yang dihadirkan dalam konser ini.Presiden Field Museum, Dr. Julian Siggers, dalam pertemuan terpisah dengan Konjen Trisari, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung promosi budaya Indonesia kepada publik Amerika.Sementara itu, Direktur Kerja Sama Pemerintah Field Museum, Dr. Mimi Cowan, menyampaikan konser ini terwujud berkat komunikasi intensif antara KJRI Chicago dan pihak museum.“Beberapa hari sebelum konser digelar, kami bertemu dengan tim KJRI. Kami menyambut baik inisiatif ini dan berharap kerja sama budaya antar dua negara bisa terus diperkuat,” ujar Mimi.Baca juga: Klepon dan Angklung Warnai Festival Pelajar di SwediaKonser angklung ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen KJRI Chicago dalam memperluas jangkauan diplomasi budaya Indonesia di Amerika Serikat.Pihak Field Museum pun menyatakan terbuka terhadap peluang kolaborasi selanjutnya, termasuk riset budaya, pameran temporer, dan penyelenggaraan Konser Gamelan serta Wayang Kulit pada 2026 mendatang.


(prf/ega)