Jepang Siapkan Stimulus Ekonomi Baru, Fokus ke AI dan Semikonduktor

2026-02-03 11:25:11
Jepang Siapkan Stimulus Ekonomi Baru, Fokus ke AI dan Semikonduktor
-Pemerintah Jepang menyiapkan paket stimulus ekonomi baru. Isinya mencakup pemotongan pajak dan dukungan investasi untuk 17 sektor strategis, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor. Tujuannya memperkuat industri domestik dan menjaga daya saing di tengah tekanan global.Surat kabar Nikkei melaporkan, Perdana Menteri Sanae Takaichi dijadwalkan memaparkan kerangka besar paket tersebut pada Senin .Pemaparan dilakukan saat panel di bawah Kantor Strategi Ekonomi Baru menggelar rapat. Lembaga itu berfungsi sebagai pusat koordinasi kebijakan untuk memperkuat basis industri nasional.Baca juga: Jepang Disebut Tertarik Tanam Modal di IKN, Fokus ke Industri Bersih dan BerkelanjutanLangkah ini akan menjadi kebijakan ekonomi besar pertama Takaichi sejak menjabat bulan lalu.Politikus Partai Demokrat Liberal itu dikenal mendukung pendekatan fiskal ekspansif untuk menggerakkan ekonomi.Sumber Reuters pada Oktober lalu memperkirakan nilai paket tersebut akan melampaui stimulus sebelumnya yang mencapai 92 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.536 triliun, dengan kurs 1 dolar AS setara Rp16.685.Stimulus baru akan menarget tiga fokus utama, yakni menekan dampak inflasi, mempercepat investasi di sektor-sektor baru, dan memperkuat keamanan nasional.Baca juga: Sanae Takaichi Jadi PM Wanita Pertama Jepang, Nikkei 225 Sempat Sentuh RekorPemerintah menetapkan 17 sektor sebagai prioritas investasi. Daftarnya meliputi semikonduktor, pembuatan kapal, kedirgantaraan, dan industri pertahanan.Pemerintah juga berencana menyediakan alokasi anggaran jangka panjang agar kebijakan ekonomi lebih terprediksi dan memberi kepastian bagi investor.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-03 10:19