JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis , setelah sebelumnya indeks ditutup naik sebesar 0,93 persen ke level 8.318, disertai dengan peningkatan volume pembelian.Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut posisi IHSG saat ini masih berada di atas garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA20), yang menjadi indikasi bahwa tren kenaikan masih terjaga.“IHSG menguat 0,93 persen ke 8.318 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Penguatan IHSG pun masih mampu berada di atas MA20,” ujar Herditya dalam analisis hariannya.Baca juga: IHSG 6 Kali Cetak Rekor ATH di Era Menkeu Purbaya, BEI: Pasar Suka Pro GrowthMenurutnya, IHSG masih berada di awal wave (iii) dari wave [iii], sehingga IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya.Adapun area penguatan terdekat berada di 8.332-8.354.“Support: 8.181, 8.042 dan resistance: 8.365, 8.390,” katanya.Senada, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico, memprediksi IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di 8.160 - 8.320.Sentimen positif berasal dari bursa global, data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari perkiraan, serta stabilnya fundamental ekonomi Indonesia menjadi faktor pendorong utama.Dari pasar global, sentimen datang dari sidang Mahkamah Agung AS yang tampak skeptis terhadap kebijakan tarif impor Presiden Donald Trump.Dalam sidang tersebut, beberapa hakim konservatif mempertanyakan legalitas penggunaan International Emergency Economic Powers Act oleh Trump untuk memungut tarif bernilai puluhan miliar dollar AS per bulan.Jika keputusan pengadilan akhirnya menolak kebijakan tersebut, pasar menilai akan ada potensi pengembalian dana tarif hingga lebih dari 100 miliar dollar AS, yang bisa mempengaruhi arah kebijakan perdagangan AS ke depan.Sementara itu, dari sisi makroekonomi, laporan ADP Employment Change menunjukkan sektor swasta AS menambah 42.000 lapangan kerja pada Oktober, jauh di atas ekspektasi penurunan sebelumnya.Data ini menandakan pasar tenaga kerja mulai stabil setelah sempat melemah, meskipun masih ada tanda-tanda perlambatan di sektor jasa bisnis dan usaha kecil.Selain itu, ISM Services Index naik ke level 52,4 dari sebelumnya 50, memperlihatkan ekspansi di sektor jasa yang menjadi tulang punggung ekonomi AS.Kombinasi data tenaga kerja dan aktivitas jasa yang kuat membuat pasar saham AS ditutup menguat pada Rabu malam.
(prf/ega)
IHSG Bakal Lanjut Cetak Rekor? Simak Rekomedasi Saham Hari Ini
2026-01-11 03:59:24
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 02:41
| 2026-01-11 02:37
| 2026-01-11 02:06
| 2026-01-11 02:06










































