5 Beasiswa S1–S3 Gratis ke Luar Negeri yang Underrated padahal Benefit Lengkap

2026-02-02 21:12:26
5 Beasiswa S1–S3 Gratis ke Luar Negeri yang Underrated padahal Benefit Lengkap
- Beasiswa luar negeri sering menjadi tujuan pelajar di Indonesia untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, dan membangun jaringan global.Di tengah ketatnya persaingan beasiswa luar negeri, tidak semua program pendidikan internasional diperebutkan oleh ribuan pelamar.Sejumlah beasiswa justru tergolong underrated atau kurang populer. Sehingga peminatnya relatif sedikit dibandingkan beasiswa arus utama.Kondisi ini membuat peluang lolos seleksi menjadi lebih besar karena tingkat kompetisinya lebih rendah.Baca juga: Tunjangan Khusus Guru Terdampak Bencana Sumatera Disalurkan Bertahap Mulai Desember 2025Dengan persiapan yang matang dan pemilihan program yang tepat, beasiswa-beasiswa yang sepi peminat ini dapat menjadi jalan strategis bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi S1 hingga S3 di universitas kelas dunia tanpa harus bersaing terlalu ketat.Berikut lima beasiswa S1 hingga S3 yang layak dipertimbangkan karena cakupan pendanaan dan peluangnya.Baca juga: ITS Siap Beri Beasiswa S1-S3 bagi Mahasiswa PalestinaBeasiswa ini merupakan salah satu penghargaan unggulan di University of New South Wales (UNSW) Sydney, yang diberikan kepada mahasiswa internasional berprestasi untuk program coursework baik sarjana maupun pascasarjana.⁣Dilansir dari laman UNSW, Senin , program ini mendukung studi dengan beasiswa penuh untuk biaya kuliah, atau kontribusi AU$20.000 (sekitar Rp 225 juta) per tahun terhadap biaya kuliah selama durasi program studi.⁣Penerima beasiswa juga berkesempatan mengikuti acara networking dan program pengembangan profesional yang disediakan universitas.⁣Beasiswa ini mensyaratkan prestasi akademik tinggi, kemampuan kepemimpinan, serta keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler atau pengalaman kerja komunitas.⁣Pendaftaran beasiswa ini dibuka mulai Januari - Maret, untuk syarat lebih rinci dapat dilihat di laman www.unsw.edu.au/study.Baca juga: Beasiswa S1-S3 Gratis ke China, Ada Tunjangan Hidup BulananResearch Training Program (RTP) adalah beasiswa dari pemerintah Australia yang disalurkan melalui universitas untuk mendukung mahasiswa pascasarjana dalam menempuh studi S2 dan S3 yang berfokus pada riset.Beasiswa ini mencakup biaya kuliah penuh dan tunjangan hidup sebesar Rp 342 juta per tahun.RTP Scholarships ditawarkan di banyak institusi Australia, termasuk University of Adelaide, untuk program research-based.Beasiswa ini dirancang untuk mendorong penelitian berkualitas tinggi dan pengembangan kapasitas ilmuwan global.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-02 19:51