Indonesia Vs Mali di FIFA Match Day 2025, Tayang di Mana dan Live Jam Berapa?

2026-01-13 12:54:46
Indonesia Vs Mali di FIFA Match Day 2025, Tayang di Mana dan Live Jam Berapa?
- Tim Nasional (Timnas) U-22 Indonesia dijadwalkan menghadapi Mali pada ajang FIFA Match Day 2025.Pertandingan akan berlangsung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu dan Selasa .Laga ini mempertemukan Garuda Muda dengan Mali setelah Timnas senior tidak tampil di FIFA Match Day, menyusul berakhirnya kerja sama antara PSSI dan Patrick Kluivert.Lantas, Indonesia vs Mali tayang di mana dan pukul berapa?Baca juga: Profil Timur Kapadze yang Diusulkan ke Dirtek PSSI Jadi Pelatih Timnas IndonesiaPertandingan Indonesia vs Mali dapat disaksikan melalui stasiun televisi swasta pada Sabtu pukul 19.00 WIB.Selain itu, laga ini juga bisa ditonton lewat platform streaming Vidio.com yang dapat diakses via laptop maupun ponsel.Berikut link siaran Indonesia vs Mali:Baca juga: Evaluasi Timnas U-17 Indonesia Jadi Fokus PSSI Pasca Piala Dunia 2025Timnas U-22 Indonesia akan dipimpin pelatih Indra Sjafri untuk menghadapi Mali.Pelatih asal Sumatera Barat tersebut memanggil sejumlah pemain diaspora, termasuk Ivar Jenner.Selain itu, Mauro Zilstra yang kini bermain untuk FC Volendam di Eredivisie Belanda juga masuk dalam daftar pemain pilihan Indra.Dilansir dari Kompas.com, Selasa , berikut daftar pemain yang dipanggil untuk memperkuat Timnas U-22 dalam laga melawan Mali.Baca juga: Jadwal 3 Laga Penentu Nasib Timnas U17 Indonesia di Piala Dunia U17 2025Baca juga: Persib Bantah Bojan Hodak Masuk Bursa Pelatih Timnas Indonesia


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-13 11:26