Saat Gregoria Mariska Belum Fit Bermain di Final Kumamoto Masters Japan 2025

2026-01-12 04:53:57
Saat Gregoria Mariska Belum Fit Bermain di Final Kumamoto Masters Japan 2025
- Pelatih tunggal putri, Imam Thohari, menyampaikan bahwa Gregoria Mariska Tunjung masih belum pulih sepenuhnya dari vertigo yang mengganggunya sejak awal tahun.Kondisi ini membuatnya terpaksa melewatkan sederet turnamen bergengsi, termasuk Sudirman Cup, Indonesia Open, Hong Kong Open, hingga Korea Open.Meski belum bugar sepenuhnya, Gregoria tampil impresif pada Kumamoto Masters Japan 2025 di Prefectural Gymnasium, Kumamoto, Jepang.Ia bahkan menembus partai final sebelum kalah dari wakil Thailand, Ratchanok Intanon, dengan skor 16-21 dan 20-22.“Dia punya skill yang luar biasa, dengan insting dan feeling yang dimilikinya, dia bisa masuk ke final,” ujar Imam, Rabu .Baca juga: Gregoria Mariska Tunjung Ditarik dari Australian Open 2025Menurut Imam Thohari, langkah Gregoria Mariska menuju final terasa dramatis.Salah satu momen paling menonjol adalah ketika ia sempat tertinggal jauh 1-13 dalam sebuah pertandingan, namun bangkit dan meraih kemenangan.Bermain sembari menahan gejala vertigo jelas bukan situasi mudah. Namun Gregoria dianggap berhasil menjaga level kompetitifnya di turnamen kelas dunia.Kendati gagal meraih gelar juara Kumamoto Masters Japan 2025, Gregoria mengaku tetap bersyukur bisa naik ke podium meski sebagai runner up.Menurut Gregoria Mariska, ada banyak hal positif yang tetap ia peroleh dari pertandingan tersebut."Tetap mengucap syukur bisa kembali ke podium walaupun ini bukan hasil yang terbaik yang bisa saya raih. Banyak hal positif yang bisa diambil dari Kumamoto Masters tahun ini dan saya juga cukup senang dengan performa tadi," ujarnya.Baca juga: Kata Gregoria Mariska Tunjung Usai Lolos 8 Besar Kumamoto Masters Japan 2025Pebulu tangkis yang akrab disapa Jorji tersebut mengaku memiliki kesempatan untuk mengembalikan keadaan saat menyamakan skor menjadi 20-20 di gim kedua.Kendati demikian, karena permainan bagus Intanon, ia harus rela memberikan gelar juara kepada pebulutangkis andalan Thailand tersebut.Dokumentasi PP PBSI Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung"Di gim pertama saya ada kesempatan untuk mengambil keunggulan tapi terlepas lalu di gim kedua sudah tertinggal 16-20 tapi saya masih berusaha dan bisa mengejar sampai 20-20 sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Ratchanok." "Kredit untuk dia karena bermain sangat bagus, dia layak mendapat gelar ini," sambungnya.


(prf/ega)