Hari ke-10 Pencarian Korban Longsor Cilacap: Balita Ditemukan, Dua Masih Dicari

2026-01-16 11:15:50
Hari ke-10 Pencarian Korban Longsor Cilacap: Balita Ditemukan, Dua Masih Dicari
– Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Sabtu .Memasuki hari kesepuluh operasi, pencarian difokuskan pada dua lokasi utama, yakni worksite A1 dan B1. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama, menyampaikan bahwa hari ini personel dikerahkan maksimal di titik-titik yang telah ditentukan.“Kami laporkan bahwa pada hari ini, memasuki hari ke-10, pencarian kita fokuskan di dua worksite, yaitu worksite A1 dan worksite B1,” ujar Priyo.Di worksite A1, tim SAR menambah jumlah personel karena proses evakuasi melibatkan alkon, alat ekskavasi, serta peralatan manual. “Di A1 kita maksimalkan personel karena proses evakuasi menggunakan alkon dan alat-alat ekskavasi manual, sehingga personel kita dorong banyak ke sana,” tambah Priyo.Sementara itu, pencarian di worksite B1 lebih menitikberatkan pada penggunaan alat berat di titik-titik yang sudah dipetakan sebelumnya. “Untuk di B1, kita fokuskan penggunaan alat berat dengan titik-titik yang sudah kita tandai,” jelas Priyo.Baca juga: Tiga Warga Masih Hilang, Pencarian Korban Longsor Cilacap Kembali DiperpanjangPriyo menambahkan, pihaknya masih menunggu perkembangan hingga sore hari terkait kemungkinan adanya tanda-tanda yang menguatkan lokasi korban. “Kita akan lihat nanti sampai sore hari ini apakah ada tanda-tanda yang menguatkan untuk korban bisa kita evakuasi, dan tentu nanti akan kita evaluasi bersama,” tuturnya.Hingga hari kesepuluh, dua korban masih dalam pencarian, masing-masing satu di worksite A1 dan satu di worksite B1.Sebelumnya, pada hari kesembilan operasi, tim SAR menemukan satu korban balita dalam kondisi meninggal dunia. Korban, Fatin Ayu Rengganis (3), warga Dusun Tarukahan, ditemukan di perbatasan worksite B1 dan B2, sekitar 10 meter dari lokasi awal rumahnya.“Korban ditemukan pukul 15.52, kemudian dievakuasi ke RSUD Majenang,” kata Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, Jumat petang.Dengan penemuan tersebut, tersisa dua korban yang belum ditemukan, yakni Maysarah Salsabila (14) dari Dusun Cibuyut dan Vani Hayati (12) dari Dusun Tarukahan.Abdullah menegaskan operasi pencarian akan terus dioptimalkan selama cuaca mendukung.“Kami telah melaksanakan operasi SAR sejak pagi hingga batas waktu yang belum ditentukan, karena kami akan memaksimalkan pencarian hingga malam hari apabila tidak hujan,” ujarnya.Baca juga: Balita Ditemukan, Korban Longsor Cilacap yang Masih Hilang Tersisa 2 OrangPriyo Prayudha Utama menjelaskan bahwa setiap lokasi menghadapi tantangan berbeda. Di worksite A1, penggunaan alkon menjadi satu-satunya opsi karena alat berat belum bisa masuk. “Di worksite A1 kami terus melakukan upaya menggunakan alkon karena sampai saat ini alat berat tidak bisa masuk ke lokasi,” jelasnya.Sementara itu, kondisi tanah di worksite B1 masih labil. Lima alat berat yang diturunkan harus diberi landasan batang pohon berukuran besar agar bisa beroperasi dengan aman.Artikel ini tayang di TribunJateng.com dengan judul Pencarian Hari ke-10 Korban Longsor Cilacap, Tim SAR Fokus di Dua Titik


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-16 10:34