Ngerinya Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih Sisakan Trauma

2026-02-04 18:50:47
Ngerinya Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih Sisakan Trauma
Metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) di SMAN 72 Jakarta masih akan diterapkan pekan depan. Hal ini dikarenakan sebagian siswa SMAN 72 Jakarta masih mengalami trauma usai insiden ledakan yang terjadi di sekolah tersebut."Hari Senin itu yang pasti masih PJJ. Lalu, masih kita pantau juga dan kita pastikan dengan orang tuanya apakah sudah boleh hybrid," kata Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta, Tetty Helena Tampubolon saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Sabtu .Tetty mengatakan saat ini pembelajaran secara luring belum dapat diterapkan sepenuhnya. Dia mengatakan masih ada siswa yang belum siap untuk kembali ke sekolah."Kita belum bisa memastikan mereka harus seluruhnya belajar luring, karena kondisinya masih ada yang traumanya," ujarnya.Tetty mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan, Kementerian Kesehatan, Himpsi, hingga Kemendikdasmen tengah melakukan asesmen terhadap psikologis siswa. Meski hasil resmi belum keluar, pihaknya melihat tanda positif dari para siswa."Kelihatannya anak-anak sudah mulai rindu sama sekolah. Tapi hasil resminya belum," ungkapnya.Lebih lanjut, Tetty mengatakan persetujuan orang tua menjadi faktor penting untuk siswa mengikuti pembelajaran skema hybrid. Tetty pun berharap para siswa yang menjadi korban ledakan dapat segera pulih."Harapannya tentu mereka sembuh. Dengan keajaiban Tuhan, anak-anak yang saleh akan segera sembuh," ucapnya. Sebelumnya, pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta menerapkan pembelajaran daring (online) mulai Senin lalu, hingga gedung sekolah dinyatakan dapat digunakan lagi. Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada Jumat .Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, mengatakan total ada 96 korban ledakan di SMAN 72 Jakarta yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut). Sebanyak tiga orang di antaranya mengalami luka berat."Total korban akibat peristiwa tersebut tercatat sebanyak 96 orang dengan rincian 67 orang luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 orang luka berat," kata Irjen Asep dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-04 18:56