Lonjakan Wisatawan di Ulun Danu Beratan Bali Saat Libur Nataru Capai 1.800 Orang Per Hari

2026-01-11 03:40:33
Lonjakan Wisatawan di Ulun Danu Beratan Bali Saat Libur Nataru Capai 1.800 Orang Per Hari
TABANAN, – Kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan di Kabupaten Tabanan, Bali mengalami lonjakan signifikan selama musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.Peningkatan terjadi, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara.Humas DTW Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata mengatakan, tren kenaikan kunjungan mulai terlihat sejak pertengahan Desember 2025 dan meningkat tajam menjelang libur Natal."Untuk wisatawan domestik, sejak tanggal 1 sampai 19 Desember rata-rata kunjungan sekitar 400 hingga 500 orang per hari," ujar dia, dikonfirmasi Minggu ."Namun mulai tanggal 20 sampai 27 Desember melonjak menjadi sekitar 1.500 hingga 1.800 orang per hari," kata dia.Baca juga: 5 Aktivitas di Kebun Raya Bali, Bisa Barbeque di Depan Danau BeratanSementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara juga terpantau meningkat dengan rata-rata mencapai 700 orang per hari selama periode libur akhir tahun.Menurut Sukarata, pihak pengelola memperkirakan peningkatan kunjungan ini masih akan berlangsung hingga awal Januari 2026, seiring masih berlangsungnya masa libur Nataru."Kami memprediksi lonjakan kunjungan akan terus terjadi hingga tanggal 3 Januari 2026," ujarnya.Untuk menambah daya tarik wisata sekaligus memberikan hiburan bagi pengunjung, DTW Ulun Danu Beratan turut menggelar rangkaian kegiatan budaya selama libur Nataru.Baca juga: Harga Tiket DTW Ulun Danu Beratan Naik mulai 1 Januari 2024Selama periode 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, pengelola menyelenggarakan Festival Budaya Gong Kebyar.Festival ini menampilkan beragam kesenian tradisional Bali, di antaranya Tari Tradisional Bali, Tari Kecak, hingga Tari Barong."Festival ini kami selenggarakan untuk memeriahkan suasana libur Natal dan Tahun Baru sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya Bali kepada wisatawan," kata Sukarata.


(prf/ega)