Museum Daerah Mulai Dibuka, Bupati Kediri Bakal Wajibkan Siswa Datang Berkunjung

2026-02-04 17:10:51
Museum Daerah Mulai Dibuka, Bupati Kediri Bakal Wajibkan Siswa Datang Berkunjung
KEDIRI, - Museum Daerah Kabupaten Kediri yang berada di Desa Menang, Kecamatan Pagu, mulai dibuka untuk pengunjung pada Kamis, .Bupati meminta agar tata letak koleksi didesain berurutan sesuai alur sejarah dan budaya Kediri.Setelah itu, pihaknya juga akan mewajibkan seluruh siswa datang ke museum agar mengetahui akar dan budaya daerahnya.Museum ini adalah bangunan baru pengganti museum lama yang hangus terbakar dalam aksi massa pada Agustus 2025 lalu.Museum tersebut menggelar Soft Opening dengan memamerkan 54 koleksi peninggalan sejarah dan budaya dari total 190 koleksi yang ada.Baca juga: Berkunjung ke Museum Biografi Nabi Muhammad di Mekkah, Wisata Religi Berteknologi InteraktifDi antara yang dipamerkan adalah fragmen Kepala Ganesha yang sempat hilang saat aksi massa yang lalu.Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang hadir membuka soft opening mengarahkan agar tata letaknya diatur sedemikian rupa sebagaimana alur cerita sejarah dan budaya Kediri.Selain itu, menurutnya juga perlu diperkuat dengan katalog penjelasannya.Sehingga nantinya para pengunjung yang datang bisa mengikuti alur kunjungan yang telah disiapkan dan bisa langsung serta dengan mudah mencerna cerita yang ada."Mulai dari pintu masuk sampai keluar itu harus runut dan berkesan, punya daya tarik. Sehingga perjalanan daerah tertua di Jawa Timur ini bisa terekam dan diceritakan," ujar Bupati Dhito dalam keterangannya, Kamis.Baca juga: Dikunjungi 568.000 Lebih Wisatawan Sepanjang 2025, Museum Lawang Sewu Jadi Magnet Wisata NataruBupati juga memaparkan pentingnya narasi dan pengemasan yang menarik. Hal ini penting untuk menjangkau animo generasi muda.Oleh sebab itu, Bupati dengan sapaan Mas Dhito ini menargetkan saat puncak pembukaan nanti semuanya sudah tertata dengan baik, termasuk tata koleksi dan alur kunjungan yang runut sesuai periode sejarah dan budaya Kediri.Bupati juga meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menjalin komunikasi dengan sejarawan, budayawan, maupun pihak-pihak lainnya, termasuk sekolah, untuk menggali potensi museum maupun mendongkrak kunjungannya.Baca juga: Peserta Rapat Konsultasi Syuriah PBNU Mulai Berdatangan di Lirboyo Kediri Pihaknya juga akan mengintruksikan kepada Dinas Pendidikan untuk mewajibkan seluruh siswa datang ke Museum agar mengetahui akar kebudayaan Kediri."Nanti kepada Kepala Dinas Pendidikan akan saya instruksikan untuk mewajibkan seluruh siswa datang ke museum agar mengetahui akar budaya Kabupaten Kediri," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-04 15:52