Venezuela Lantik 5.600 Prajurit Baru Seiring Meningkatnya Tekanan Militer AS

2026-01-11 23:58:26
Venezuela Lantik 5.600 Prajurit Baru Seiring Meningkatnya Tekanan Militer AS
CARACAS, - Venezuela melantik 5.600 prajurit baru pada Sabtu seiring meningkatnya tekanan militer dari Amerika Serikat.Ini menindaklanjuti seruan Presiden Nicolas Maduro untuk meningkatkan perekrutan militer saat AS mengerahkan armada kapal perang dan kapal induk terbesar di dunia ke Karibia dengan dalih memerangi perdagangan narkoba."Dalam kondisi apa pun, kami tidak akan mengizinkan invasi oleh kekuatan imperialis," kata Kolonel Gabriel Alejandro Rendon Vilchez dalam upacara di Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, di Caracas, Sabtu, dikutip dari AFP.Baca juga: Apa yang Terjadi jika AS Kuasai Minyak Venezuela?Menurut angka resmi, Venezuela memiliki 200.000 tentara dan 200.000 petugas polisi tambahan.Diketahui, pasukan AS telah melancarkan serangan mematikan terhadap sedikitnya 22 kapal, menewaskan sedikitnya 83 orang.Washington menuduh Maduro memimpin "Cartel of the Suns", yang dinyatakan sebagai organisasi teroris bulan lalu.Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menegaskan, pengerahan pasukan AS bertujuan untuk menggulingkannya dan menyita cadangan minyak negara itu.Baca juga: Venezuela Gandeng OPEC untuk Lawan AS, Tuding Trump Mau Rebut MinyakSerangan militer AS terbaru menargetkan sebuah kapal di perairan internasional yang diklaim dioperasikan oleh organisasi teroris terdaftar. "Intelijen mengonfirmasi bahwa kapal tersebut membawa narkotika ilegal dan melintasi rute perdagangan narkotika yang diketahui di Pasifik Timur," demikian pernyataan Komando Selatan AS dalam sebuah unggahan di X."Empat teroris narkotika pria di atas kapal tersebut tewas," tambahnya. Unggahan itu disertai video yang menunjukkan sebuah kapal bermesin ganda melaju kencang di atas air sebelum terkena ledakan yang menyebabkan kapal tersebut terbakar.Sebelumnya, para anggota parlemen menghadiri pengarahan rahasia di Capitol Hill. Mereka diperlihatkan rekaman video lengkap dari serangan tersebut, yang hanya sebagian kecilnya telah dirilis ke publik.Baca juga: Minyak Diduga Target Utama AS Serang Venezuela, Bukan NarkobaPerwakilan Partai Demokrat di Komite Intelijen, Jim Himes menggambarkan video itu sebagai salah satu salah satu hal paling meresahkan yang pernah dilihatnya selama bertugas di pelayanan publik."Ada dua orang yang jelas-jelas dalam kesulitan tanpa alat transportasi apa pun, dengan kapal yang hancur, yang dibunuh oleh Amerika Serikat," ujarnya.


(prf/ega)