Dinkes Balikpapan Minta Dapur Masak MBG Pakai Air Galon, Cegah Kontaminasi Bakteri

2026-01-11 03:17:41
Dinkes Balikpapan Minta Dapur Masak MBG Pakai Air Galon, Cegah Kontaminasi Bakteri
KALTIM, BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menegaskan pentingnya penggunaan air isi ulang atau air galon berstandar Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) untuk mencuci bahan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).Imbauan ini disampaikan setelah ditemukannya sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih menggunakan air tanah, padahal berpotensi terkontaminasi bakteri berbahaya.“Air tanah paling sering mengandung E.coli, apalagi kalau berada di daerah padat penduduk yang dekat septic tank,” kata Kepala Dinkes Balikpapan, Alwiati.Baca juga: Temuan Ulat hingga Keracunan MBG di Palangka Raya, BGN Siapkan SanksiIa menegaskan bahwa selain air galon, sumber air yang digunakan harus secara rutin melalui pemeriksaan laboratorium.Sejak pendampingan MBG dimulai pada Februari 2025, Dinkes menemukan sedikitnya lima persoalan kesehatan pada SPPG.Masalah pertama, sejumlah SPPG belum memiliki SOP penanganan limbah makanan sisa MBG sehingga perlu melibatkan Dinas Lingkungan Hidup.“Limbah ini tidak boleh dibuang sembarangan. Khawatir masyarakat memungut dan mengonsumsinya lagi,” ujarnya.Masalah kedua, beberapa SPPG tidak menjalankan SOP sesuai ketentuan.Ketiga, alur kerja di beberapa workshop tidak sesuai standar.Keempat, sebagian SPPG belum mengantongi SLHS. Saat pemeriksaan, Dinkes hanya menemukan satu SPPG yang sudah memiliki SLHS karena memang sebelumnya beroperasi sebagai katering. Dinkes kemudian mempercepat proses sertifikasi.“Sekarang ada tujuh SPPG yang sudah memenuhi standar dan mendapatkan sertifikat. Tiga lainnya masih harus memperbaiki SOP,” kata Alwiati.Baca juga: Harga Telur Naik akibat MBG, Ini Kata Wamen Perdagangan Dyah RoroKelima, belum tersedianya tenaga sanitasi lingkungan di beberapa SPPG untuk mengawasi kebersihan dan kesehatan lingkungan kerja.“Dinkes memastikan proses percepatan, penertiban, serta pengawasan terhadap SPPG terus dilakukan demi memastikan penyelenggaraan MBG berjalan aman dan higienis,” tutup Alwi.


(prf/ega)